Unik !, Di Luar Muhammadiyah dan NU, Warga Ntobo Lebaran Lebih Awal
Kota Bima, NARASIMEDIA.NET – Ratusan warga Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis, 19 Maret 2026. Pelaksanaan ini berlangsung di halaman Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amali, di tengah perbedaan penetapan hari raya dengan pemerintah serta organisasi besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Salat Id tersebut diikuti tidak hanya oleh warga Ntobo, tetapi juga jamaah dari wilayah lain di Kota Bima. Salah satu jamaah, Asikin, menyebut jumlah peserta mencapai sekitar 800 orang.
“Bukan hanya warga Ntobo, ada juga dari Rontu dan wilayah lain. Total jamaah sekitar 800 orang,” ujarnya.

Menurut Asikin, perayaan Idul Fitri lebih awal ini bukan hal baru bagi sebagian warga Ntobo. Tradisi tersebut telah berlangsung hampir setiap tahun, seiring perbedaan keyakinan dalam menetapkan awal Ramadan dan Syawal.
“Karena awal Ramadan kami lebih dulu, maka Idul Fitri juga lebih awal,” katanya.
Ia menambahkan, praktik ini telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap dipertahankan hingga kini sebagai bagian dari keyakinan keagamaan masyarakat setempat.

Pelaksanaan Idul Fitri lebih awal ini juga menarik perhatian warga dari luar Ntobo. Sejumlah jamaah mengaku datang untuk ikut merayakan sekaligus merasakan suasana lebaran di wilayah tersebut.
“Kami senang bisa ikut salat di sini, suasananya ramai dan berbeda,” ujar salah seorang jamaah.

Perayaan Idul Fitri di Ntobo berlangsung khidmat dan tertib, meski dilaksanakan di luar penetapan resmi pemerintah maupun organisasi keagamaan arus utama.

