HAPPENINGHEADLINETERKINI

Shutdown Pemerintahan AS Berlarut, Bandara Terancam Tutup

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Penutupan sebagian (partial shutdown) pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memasuki hari ke-32 pada Maret 2026. Kondisi ini mulai berdampak serius pada sektor transportasi, dengan sejumlah bandara kecil terancam ditutup dalam beberapa minggu ke depan.

Peringatan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Wakil Administrator Transportation Security Administration (TSA), Adam Stahl. Ia menyebut, meningkatnya tingkat ketidakhadiran petugas akibat tidak menerima gaji selama lebih dari sebulan menjadi ancaman nyata bagi operasional bandara.

“Jika situasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin beberapa bandara, khususnya yang lebih kecil, harus ditutup,” ujar Stahl dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Rabu (18/3/2026).

IKLAN

Sejak penutupan dimulai pada 14 Februari 2026, sekitar 50.000 petugas TSA tetap bekerja tanpa bayaran. Namun, tekanan ekonomi mulai berdampak pada kehadiran petugas. Data menunjukkan sekitar 10 persen petugas tidak masuk kerja pada pertengahan Maret, jauh di atas angka normal yang biasanya di bawah 2 persen.

Bahkan di sejumlah bandara besar seperti Atlanta, New York JFK, dan Houston, tingkat ketidakhadiran dilaporkan mencapai sekitar 20 persen. Pada beberapa hari terakhir, angka tersebut melonjak lebih dari 50 persen di Houston serta di atas 30 persen di New Orleans dan Atlanta.

Dampaknya mulai dirasakan penumpang. Antrean pemeriksaan keamanan di sejumlah bandara dilaporkan mencapai dua jam atau lebih. Beberapa bandara juga telah menutup sebagian pos pemeriksaan untuk mengatasi kekurangan personel.

Ketua DPR AS Mike Johnson menyebut kondisi bandara saat ini telah mencapai titik kritis. Ia mendesak agar kebuntuan politik segera diakhiri guna mencegah gangguan yang lebih luas, terutama di tengah lonjakan perjalanan musim liburan musim semi.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mencatat setidaknya 366 petugas TSA telah mengundurkan diri selama periode shutdown. Sejumlah bandara bahkan mulai menggalang dana untuk membantu kebutuhan dasar petugas yang tidak menerima gaji.

IKLAN

Shutdown kali ini dipicu kegagalan Kongres mencapai kesepakatan anggaran, khususnya terkait reformasi kebijakan imigrasi. Pendanaan DHS sendiri telah berakhir sejak 13 Februari 2026.

Situasi ini mengingatkan pada shutdown Oktober 2025 yang berlangsung selama 43 hari dan menyebabkan gangguan besar pada penerbangan, termasuk pengurangan jadwal hingga 10 persen di bandara utama.

Di tengah kondisi tersebut, maskapai penerbangan memperkirakan lonjakan perjalanan musim semi dengan jumlah penumpang mencapai 171 juta orang, naik sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Tanpa solusi cepat, gangguan diperkirakan akan semakin meluas dan berdampak pada sistem transportasi udara nasional. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *