Gubernur NTB Resmikan Jalan Pototano, Jalur Logistik Sumbawa–Lombok Kembali Optimal
Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meresmikan selesainya pembangunan dan revitalisasi Jalan Simpang Pototano di Desa Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis (23/1/2026). Ruas jalan sepanjang sekitar 4 kilometer tersebut kini kembali berfungsi optimal sebagai jalur logistik utama penghubung Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.
Jalan Pototano sebelumnya kerap mengalami kerusakan akibat genangan air dan banjir, menyusul sistem drainase yang tidak memadai sejak 2017. Kondisi itu menyebabkan penurunan kualitas aspal meski ruas jalan masih dapat dilalui.
Pada 2025, Pemprov NTB melakukan penanganan menyeluruh dengan anggaran Rp32 miliar. Pekerjaan berlangsung selama tiga setengah bulan dan rampung pada 31 Desember 2025. Selain perbaikan badan jalan, proyek ini juga mencakup pembenahan drainase dan pemasangan penerangan jalan umum.
Baca Juga : Gubernur NTB Hadiri Rangkaian Puja Wali di Pura Prajahita Praya
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan peresmian dilakukan saat dirinya melintas dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok melalui Pelabuhan Pototano. Ia menyebut kondisi jalan sebelumnya tidak lagi berfungsi optimal.
“Alhamdulillah, hari ini jalan Simpang Pototano sudah sepenuhnya bisa dimanfaatkan. Tidak hanya badan jalan, fasilitas pendukung seperti penerangan juga sudah berfungsi,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, secara teknis pekerjaan telah diselesaikan sesuai standar perencanaan. Namun terdapat satu titik dengan kondisi geologis labil yang sempat mengalami ambruk dan kini telah ditangani kontraktor. Titik tersebut akan terus diawasi selama masa pemeliharaan enam bulan.\
Baca Juga : One Day Trip Kenawa Island, Alternatif Liburan Singkat di Sumbawa
“Selama masa pemeliharaan, jika terjadi kerusakan, itu menjadi tanggung jawab kontraktor,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga fungsi drainase. Menurutnya, drainase jalan tidak akan optimal jika saluran lingkungan sekitar dipenuhi sedimentasi dan sampah.
“Kalau drainase lingkungan tidak dibersihkan, air bisa tertahan dan berpotensi menggenangi permukiman. Ini perlu kerja bersama,” katanya saat meninjau langsung drainase jalan, Rabu (22/1/2026).
Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan total panjang jalan provinsi di Pulau Sumbawa mencapai sekitar 965 kilometer, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas. Jalan Pototano menjadi prioritas karena berfungsi sebagai jalur logistik vital yang mendukung distribusi barang, ketahanan pangan, dan konektivitas antarpulau.
Baca Juga : DKP NTB Pastikan Stok Ikan Aman Meski Cuaca Buruk
Selain Pototano, Pemprov NTB juga melakukan penanganan di sejumlah ruas strategis lain, seperti Dasan Geres di Lombok Timur. Setelah jalur logistik utama tertangani, pemerintah daerah akan mengalihkan fokus pada jalur-jalur penunjang sektor pariwisata.
“Kita berharap penanganan ini bersifat permanen agar tidak terulang masalah yang sama. Semoga jalan ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung akses logistik serta pariwisata,” pungkasnya. (red)

