NTB Care Dorong Anggaran Penyeberangan bagi Pasien Rujukan Antar Pulau
Bima, NARASIMEDIA.NET – Keterbatasan pembiayaan transportasi penyeberangan antar pulau dinilai masih menjadi kendala serius dalam pelayanan kesehatan jiwa di wilayah Bima. Kondisi geografis yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan membuat rujukan pasien antar pulau menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan.
Direktur NTB Care, Yuni Bourhany, menilai hingga saat ini biaya penyeberangan bagi pasien Antar Pulau, baik saat keberangkatan menuju fasilitas rujukan maupun saat pemulangan pasien, belum terakomodasi dalam skema BPJS Kesehatan. Akibatnya, beban biaya sepenuhnya ditanggung keluarga pasien yang sebagian besar berasal dari kelompok ekonomi rentan.
“Di lapangan kami menemukan kasus pasien yang tertahan cukup lama di rumah sakit rujukan karena keluarga tidak memiliki biaya untuk penyeberangan pulang. Ini tentu memengaruhi efektivitas layanan dan kondisi psikologis pasien,” ujar Yuni.
Ia menjelaskan, ketiadaan anggaran khusus transportasi laut juga berdampak pada keterlambatan proses rujukan awal. Dalam beberapa situasi darurat, keluarga memilih menunda pengobatan karena tidak mampu menanggung biaya penyeberangan, sehingga kondisi pasien berpotensi memburuk.
Yuni menilai, persoalan ini perlu disikapi melalui kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis daerah. Menurutnya, dukungan anggaran transportasi penyeberangan antar pulau dapat menjadi solusi untuk menjamin kesinambungan layanan kesehatan jiwa.
“Kami mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempertimbangkan alokasi anggaran khusus transportasi penyeberangan bagi pasien antar pulau. Ini bukan semata soal biaya, tetapi soal pemenuhan hak layanan kesehatan yang setara bagi masyarakat kepulauan,” tegasnya.

