MAN 2 Mataram Wakili NTB di Lomba Bahasa Tingkat Nasional
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram meraih Juara I Pengutamaan Bahasa Negara tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan ditetapkan sebagai wakil daerah pada ajang lomba tingkat nasional. Capaian ini merupakan hasil konsistensi madrasah dalam membangun tata kelola kebahasaan yang tertib dan sesuai kaidah.
Kepala MAN 2 Mataram, Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd., menjelaskan bahwa pihaknya telah melalui tahapan penilaian yang ketat, meliputi pengamatan penggunaan bahasa di ruang publik, pemeriksaan dokumen resmi, serta penerapan kebahasaan dalam kegiatan akademik dan nonakademik. Dari seluruh aspek tersebut, MAN 2 Mataram dinilai paling konsisten dalam mengutamakan penggunaan bahasa negara.
Menurut Syauki, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh warga madrasah yang secara berkelanjutan melakukan pembinaan literasi bahasa.
“Terpilihnya MAN 2 Mataram sebagai Juara I tingkat NTB merupakan buah dari pembinaan yang terus kami perkuat. Intervensi dan pendampingan dari Balai Bahasa kami maksimalkan hingga akhirnya dipercaya mewakili NTB,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Ia menambahkan, penguatan literasi kebahasaan dilakukan melalui penerapan Trigatra Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam seluruh aktivitas kebahasaan di lingkungan madrasah.
“Trigatra Bahasa menjadi fondasi utama. Siswa dibiasakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetap menghargai bahasa daerah, serta dibekali kemampuan bahasa asing,” katanya.
Syauki juga menerangkan bahwa pembelajaran bahasa tidak hanya bersifat teoretis, tetapi diterapkan secara praktis melalui kegiatan penulisan dan penyusunan dokumen, seperti proposal, surat resmi, dan teks pidato. Setiap karya siswa dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan kaidah bahasa yang berlaku.
Selain pembinaan terhadap siswa, pihak madrasah turut membenahi penggunaan bahasa di fasilitas publik. Penamaan gedung, papan informasi, dan petunjuk ruangan disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia baku sebagai bagian dari pembenahan lingkungan kebahasaan.
“Ruang publik madrasah harus mencerminkan ketertiban berbahasa. Aspek ini juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian,” jelasnya.
Saat ini, MAN 2 Mataram terus memantapkan persiapan menuju tahap nasional dengan melakukan pembenahan lanjutan serta memperkuat dokumentasi kebahasaan yang menjadi bahan penilaian.
“Dengan persiapan yang semakin matang, kami optimistis dapat memberikan hasil terbaik bagi NTB di tingkat nasional,” pungkasnya. (*)

