HEADLINETERKINI

HMI MPO Cabang Mataram Gelar Training Jurnalistik untuk Kader Muda

Mataram, NARASIMEDIA.NET  – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Mataram menggelar Training Jurnalistik bertajuk “Jurnalistik Kaum Muda: Dari Pena HMI untuk Pencerahan Bangsa”, bertempat di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah praktisi media sebagai pemateri, di antaranya Ketua DPW Media Independen Online (MIO) NTB Feryal Mukmin Pratama, Redaktur Pelaksana Post Kota NTB Syafrin Salam, serta jurnalis dari Detik NTB, Tribun Lombok, dan IJTI NTB. Acara diikuti oleh kader HMI dari berbagai cabang se-NTB dan peserta umum.

Baca Juga : Ketua Golkar KSB Luruskan Isu Keterlibatan Kadernya Legislator KSB dalam Program Makan Bergizi Gratis

Ketua HMI MPO Cabang Mataram, Sudirman, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi ajang penting bagi kader untuk memperdalam kemampuan jurnalistik yang berperan besar dalam membangun kesadaran publik.

“Jurnalistik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga sarana edukasi untuk mendorong perubahan. Kami percaya dari pena HMI akan lahir banyak gagasan yang mampu menerangi bangsa,” ujar Sudirman.

Ia berharap peserta mampu memahami peran strategis jurnalis muda dalam menyuarakan kebenaran sekaligus membangun ruang diskusi yang sehat dan mencerahkan.

Pada sesi pertama, Feryal Mukmin Pratama memaparkan pentingnya peran jurnalis di tengah derasnya arus digitalisasi informasi. Ia menekankan bahwa setiap individu kini berpotensi menjadi penyampai berita, namun tanggung jawab etik dan profesional tetap harus dijunjung tinggi.

“Di era digital, siapa pun bisa menjadi sumber informasi. Tapi tanpa pemahaman etika dan teknik jurnalistik yang benar, informasi justru bisa menyesatkan,” kata Feryal.

Feryal juga mengulas aspek teknis seperti penulisan berita, teknik wawancara, serta pemanfaatan media sosial untuk publikasi yang efektif. Menurutnya, jurnalis yang berpengalaman selalu menjaga keseimbangan antara kecepatan dan ketepatan informasi.

Sementara itu, Syafrin Salam, Redaktur Pelaksana Post Kota NTB, membahas sisi hukum dan teknis dalam peliputan, khususnya untuk laporan investigatif. Ia menegaskan bahwa jurnalis harus memiliki kesiapan mental, wawasan, serta komitmen terhadap prinsip independensi dan keberimbangan informasi.

“Kita hidup di era di mana berita menyebar cepat tanpa proses verifikasi. Karena itu, setiap jurnalis perlu melatih kepekaan dalam memeriksa sumber informasi dan memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar para peserta tidak bersikap konsumtif terhadap informasi yang beredar, melainkan aktif memverifikasi dan melakukan cross-check lintas sumber. Dalam sesi penutup, Syafrin menampilkan contoh kasus berita yang tidak akurat dan menjelaskan dampaknya terhadap kepercayaan publik.

Baca Juga : RSUD KLU Klarifikasi Soal Kasus Bayi Meninggal: Pasien Telah Kami Tangani Sesuai Prosedur

“Mari kita jadi generasi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri, yang membahas tantangan jurnalisme muda di tengah perubahan ekosistem media digital.

Pewarta: Surya Ghempar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *