HEADLINENTBTERKINI

GMPRI Ungkap Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Lombok Tengah, Desak Kejagung dan Akan Gelar Demo Akbar

Lombok Tengah, NARASIMEDIA.NET  – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (DPP GMPRI) mengungkap dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar dan pertalite di Kabupaten Lombok Tengah. Dalam laporan investigasi, GMPRI menyebut tiga anak perusahaan Pertamina diduga terlibat, yakni UD SPBU Tanak Awu, PT Duta Perdana Mig, dan UD Teduh.

Ketua Tim Investigasi Nasional DPP GMPRI, Saddam Husen, mengatakan laporan resmi terkait kasus tersebut telah disampaikan kepada Menteri BUMN dan Kejaksaan Agung RI pada 17 Juni 2025. Namun, hingga dua bulan setelah laporan masuk, perusahaan yang dilaporkan masih beroperasi tanpa hambatan.

Baca Juga : Terseret Kasus Penipuan Proyek, Bupati dan Pejabat Loteng Tak Kunjung Bersuara

“Ini jelas bentuk pembiaran. Bahkan kami menduga ada pemeliharaan terhadap oknum pengusaha yang merugikan rakyat,” ujar Saddam dalam keterangannya.

GMPRI mendesak Menteri BUMN segera memutus kontrak kerja sama dengan perusahaan yang diduga terlibat, serta meminta Kejaksaan Agung untuk memeriksa, menangkap, dan mengadili para pelaku, termasuk jika terdapat pihak yang membekingi aktivitas ilegal tersebut.

Baca Juga : Kasus Korupsi Lahan Gili Trawangan Seret Nama Mantan Sekda NTB

Saddam menegaskan, sesuai Pasal 55 Undang-Undang Migas, penimbunan BBM subsidi merupakan tindak pidana dengan ancaman penjara hingga enam tahun. Ia memperingatkan, jika aparat tak segera bertindak, GMPRI akan mengonsolidasikan massa untuk menggelar aksi besar-besaran di kantor Kementerian BUMN dan Kejaksaan Agung.

Selain menyoroti praktik penimbunan, GMPRI juga menilai manajemen Pertamina lalai dalam pengawasan distribusi BBM di NTB. Mereka mendesak Manajer PT Pertamina Patra Niaga di Jakarta segera mencopot Manajer PT Patra Niaga Sales Area NTB yang dianggap tidak profesional.

Baca Juga : Ajakan Demo Revolusi Serentak Muncul jelang HUT Ke-80 RI

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika negara abai, rakyat akan bergerak,” tegas Saddam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *