AHY Dukung Proyek Tol Lembar-Kayangan, Studi Kelayakan Dimulai 2025
Mataram, NARASIMEDIA.NET— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalan tol Lembar-Kayangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat hingga Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan infrastruktur di NTB harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Konektivitas dari Pulau Lombok hingga Kabupaten Bima sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata AHY di Mataram, Minggu (27/7/2025).
Baca Juga : NTB Catat Sejarah, Jadi Tuan Rumah Pertama FORNAS di Kawasan Timur Indonesia
AHY menilai peningkatan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan di NTB sudah berjalan cukup baik. Ia mengapresiasi visi Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang dinilainya memiliki pandangan jauh ke depan dalam memperkuat konektivitas dan mendorong kemakmuran daerah.
“Gubernur NTB punya visi besar, ingin NTB semakin makmur dan menghasilkan devisa. Semua itu membutuhkan infrastruktur yang memadai,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Demokrat itu juga memastikan bahwa pemerintah pusat akan mendukung rencana pembangunan tol Lembar-Kayangan yang diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 22 triliun. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sangat diperlukan untuk menyukseskan proyek ini.
“Peluangnya sangat prospektif dan tentu pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan semua pihak di daerah,” tegasnya.
Selain proyek tol, AHY juga menyoroti pentingnya penguatan sektor UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menyebut NTB memiliki banyak potensi yang harus dimaksimalkan melalui solusi bersama antara pusat dan daerah.
Baca Juga : RSUD Tripat Klarifikasi Isu Utang: Sisa Rp11 Miliar, Ditargetkan Lunas September
Studi Kelayakan Dimulai Tahun Ini
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, menyampaikan bahwa studi kelayakan (feasibility study/FS) pembangunan jalan tol akan dimulai tahun ini, dengan pendanaan awal telah dialokasikan oleh Pemprov NTB.
“Segmen pertama Lembar-Praya akan mulai dikerjakan tahun ini sesuai Keputusan Menteri PUPR Nomor 367 Tahun 2023,” kata Sadimin, Selasa (17/6/2025).
Menurutnya, setelah studi kelayakan rampung, proyek akan dilanjutkan dengan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), tender konstruksi, dan pembebasan lahan yang ditargetkan selesai pada 2029.
Sadimin menjelaskan bahwa proyek ini akan didampingi oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Ia menambahkan bahwa skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sedang dipertimbangkan sebagai model pembiayaan.
“Kalau pakai KPBU, estimasi balik modalnya 12 tahun. Tapi kalau tanah dibebaskan oleh pemda, bisa kembali dalam 9 tahun,” jelasnya. (Red)

