HEADLINENTBPENDIDIKANTERKINI

PAUD Kamboja di Madapangga Diduga Markup Pencairan Dana BOP Lewat Data Fiktif

Bima, NARASIMEDIA.NET —

PAUD Kamboja di Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, diduga lakukan manipulasi data jumlah siswa, motif ini disinyalir untuk memperbesar jumlah pencairan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP). Dalam sistem Dapodik, lembaga yang dipimpin Sri Ulfa Wati itu tercatat memiliki 55 siswa aktif, namun hasil temuan di lapangan menunjukkan jumlah siswa riil hanya sekitar 20-an.

Tangkapan Layar DAPODIK

Salah satu lembaga yang turut menelusuri kasus ini adalah Catatan Anak Rakyat (CAKRA), sebuah organisasi penggiat pendidikan. Berdasarkan hasil penelusuran mereka di lapangan, seorang perwakilan CAKRA yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa anak-anak yang belum cukup usia diduga dimasukkan ke dalam daftar siswa aktif. Selain itu, ditemukan pula pengakuan dari orang tua siswa yang dimintai sejumlah uang untuk keperluan administrasi yang sebenarnya tidak bersifat wajib.

Disisi lain, Mereka juga menemukan adanya ketidaksesuaian antara data sistem dan kondisi aktual di PAUD Kamboja.

Menanggapi temuan tersebut, CAKRA mendesak Pemerintah Kabupaten Bima untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap lembaga tersebut. Inspektorat diminta turun tangan, sementara Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima juga didorong untuk memanggil serta memberikan pembinaan kepada kepala PAUD.

Hingga berita ini diangkat, belum ada keterangan resmi dari pihak PAUD Kamboja terkait dugaan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *