BUDAYA DAN PARIWISATAHAPPENINGHEADLINETERKINI

Tradisi Unik Lebaran di Lombok: Tiu dan Lebaran Topat Jadi Big Religious Event yang Selalu Ditunggu-Tunggu

Tradisi Tiu atau menunggang kuda yang dilakukan masyarakat Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur,

LOMBOK, NARASIMEDIA.NET – Sejumlah tradisi unik mewarnai perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya adalah acara adat Tiu, yang digelar oleh warga Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Tradisi ini melibatkan ratusan ekor kuda yang berpartisipasi dalam merayakan Lebaran 2025.

Pada acara Tiu tahun ini, sebanyak 280 ekor kuda turut memeriahkan rangkaian kegiatan adat tersebut, yang merupakan tradisi turun-temurun. “Kuda yang terlibat dalam acara ini tidak hanya milik warga lokal, beberapa di antaranya didatangkan dari luar daerah dan disewa khusus untuk mengikuti acara adat ini,” ujar Athar, salah satu warga Desa Jantuk, Selasa (2/4/2025), sebagaimana dilansir Antara.

Acara adat ini dilaksanakan sepanjang hari, dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga malam hari, dengan menggunakan fasilitas jalan desa sebagai lokasi utama. Ribuan warga desa setempat turut serta menyaksikan dan merayakan tradisi Tiu, yang juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga yang pulang dari luar daerah. Selain menunggang kuda, warga juga berkumpul untuk saling bermaaf-maafan dalam suasana Idul Fitri.

Kapolsek Sukamulia, AKP Fathurrahman, mengonfirmasi bahwa kegiatan adat Tiu mendapat pengamanan dari aparat kepolisian dan pemerintah desa. “Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat Desa Jantuk dalam menjaga kelancaran dan keamanan acara ini,” ungkap Fathurrahman.

Persiapan Lebaran Topat di Mataram

Lebaran Topat (Lebaran Ketupat), tradisi keagamaan usai tujuh hari pasca Hari Raya Idul Fitri Di Lombok.

Selain tradisi Tiu, perayaan Lebaran di Lombok juga diwarnai dengan kegiatan “Lebaran Topat” atau perayaan Ketupat yang digelar seminggu setelah Idul Fitri. Di Kota Mataram, Pemerintah Kota Mataram akan menggelar perayaan Lebaran Topat pada Senin, 7 April 2025, di dua lokasi makam keramat, yakni Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan dan Makam Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela.

Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, mengatakan bahwa perayaan Lebaran Ketupat bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan antaragama. “Lebaran Topat tidak hanya menjadi ajang bagi umat Muslim, tetapi juga bagi seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan agama untuk saling berbagi kebahagiaan,” ujarnya.

Perayaan Lebaran Ketupat dirangkai dengan berbagai kegiatan, termasuk ziarah makam para ulama, selakaran, zikir, serta tradisi “ngurisan” (cukur rambut bayi). Rangkaian acara tersebut berakhir dengan “begibung” atau makan bersama antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum sebagai simbol mempererat ikatan silaturahmi.

Wali Kota Mataram juga mengingatkan masyarakat untuk merayakan Lebaran Topat dengan penuh tanggung jawab dan tidak berlebihan. “Mari kita jaga perayaan Lebaran Ketupat dengan sikap yang bijaksana, agar tidak merugikan orang lain,” ajaknya.

Selama perayaan, kawasan pantai di Mataram menjadi titik ramai pengunjung, seperti di Pantai Gading, Mapak Indah, Loang Baloq, Tanjung Karang, Pantai Ampenan, Pantai Pura Segare, Bintaro, dan Pantai Meninting, yang turut menjadi pusat wisata Lebaran Ketupat di Kota Mataram.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *