Bersama Mendagri, RSUD NTB Bahas Agile Government Untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi NTB melalui RSUD NTB terus berupaya meningkatkan tata kelola rumah sakit yang cepat, tanggap, dan inovatif. Dalam rangka mewujudkan pelayanan yang lebih efektif, RSUD NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Inovasi serta Penataan Organisasi dalam Rangka Mewujudkan Agile Government di Aula Rinjani, RSUD NTB, pada Kamis (13/2). Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto sebagai narasumber utama.
Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., M.H., atau yang akrab disapa Dokter Jack, menekankan bahwa rumah sakit saat ini membutuhkan pelayanan yang lebih dinamis dan efisien.
“Sudah saatnya organisasi rumah sakit tidak lagi terjebak dalam birokrasi yang panjang. Pelayanan harus cepat, responsif, dan tidak bertele-tele,” ujar Dokter Jack saat membuka FGD. Ia berharap kehadiran Wamendagri dapat memberikan wawasan baru dalam pengelolaan rumah sakit yang lebih adaptif.
BACA JUGA : Pemprov NTB Bahas RPJMD, Ini Sepuluh Program Unggulan NTB Di Periode 2025-2029

Menanggapi hal tersebut, Wamendagri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya kepemimpinan dalam menciptakan sistem pelayanan yang efisien.
“It’s all about leadership,” tegasnya. Menurut mantan Wali Kota Bogor periode 2014-2024 tersebut, kepemimpinan yang baik akan membentuk organisasi yang profesional dan minim hambatan birokrasi.
Selain itu, Bima Arya juga menyoroti pentingnya kaderisasi dalam organisasi rumah sakit serta transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik. Ia menekankan agar RSUD NTB tetap mengedepankan fungsi utamanya sebagai layanan kesehatan yang inklusif.
BACA JUGA : New Delhi TV Sebut Lombok dan Gili Trawangan Pulau Terindah di Indonesia Selain Bali

“Rumah sakit harus menjunjung tinggi nilai pelayanan publik. Tidak boleh ada pasien yang ditolak, dan setiap tenaga kesehatan, mulai dari satpam hingga perawat, harus mengutamakan keramahan serta pelayanan yang humanis,” pesannya.
Dengan adanya diskusi ini, diharapkan RSUD NTB dapat mengadopsi sistem pelayanan yang lebih inovatif dan responsif, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. (Red)
