HEADLINENTBTERKINI

Mantan Tersangka Arisan Bodong Senilai Rp1,3 Miliar, May Diduga Terlibat Dalam Jejaring Narkoba Di Sumbawa

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Isu peredaran narkoba di Pulau Sumbawa kembali menjadi sorotan publik. Perbincangan tentang siapa bandar narkoba terbesar di wilayah ini ramai di media sosial dan di tengah masyarakat, mulai dari kalangan muda hingga orang tua. Kasus ini melibatkan sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima, dengan dugaan adanya bandar narkoba yang masih belum terungkap.

Dalam perkembangan terbaru, nama Sherly Anastesia Meilenia atau yang akrab disapa Mey, mencuat sebagai sosok yang diduga terlibat dalam distribusi narkoba jenis sabu-sabu di Pulau Sumbawa. Mey disebut-sebut menggantikan peran suaminya, Belo (BD), yang saat ini mendekam di Lapas Kuripan, Lombok Barat, setelah ditangkap oleh Satresnarkoba Polda NTB pada 2019.

“Mey adalah dugaan istri kedua BD yang ditangkap beberapa tahun silam,” ungkap narasumber yang enggan disebutkan namanya. Berdasarkan hasil penelusuran, Mey diduga mengendalikan distribusi narkoba lintas pulau dari Lombok ke Sumbawa, Dompu, hingga Kota dan Kabupaten Bima. Namun, banyak kasus peredaran narkoba yang terungkap di wilayah tersebut belum dapat mengungkap jaringan besar ini secara menyeluruh.

Rekam Jejak Mey dan Belo

Pada 2019, Mey pernah tersandung kasus arisan bodong senilai Rp1,3 miliar. Ia didakwa melakukan penipuan dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Dompu. Setelah bebas, gaya hidup Mey berubah drastis, terlihat mewah, dan ia disebut memiliki aset bernilai tinggi tanpa pekerjaan yang jelas.

Sementara itu, Belo, suami yang diduga terkait erat dengan jaringan narkoba, ditangkap bersama seorang perempuan berinisial ICL di jalan lintas Lakey Hu’u, Dompu, pada 2019. Keduanya kini masih menjalani hukuman di Lapas Kuripan.

Mey Bantah Tuduhan

Mey membantah tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam jaringan narkoba atau menjadi pendistribusi barang haram di wilayah Sumbawa. Ia menegaskan tidak pernah mengenal Belo maupun terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.

“Saya nggak pernah kenal BD, apalagi diisukan sebagai pendistribusi narkoba di Dompu dan Bima,” katanya melalui pesan singkat. Ia juga menyatakan bahwa kehidupannya tidak seperti yang diberitakan.

“Kehidupan saya biasa-biasa saja. Saya punya kekasih yang lumayan berada,” tambahnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengungkap kebenaran di balik dugaan keterlibatan Mey serta membongkar jaringan narkoba di Pulau Sumbawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *