Terkait Penarikan Jajanan China La Tiao dari pasar, Ini Respon Pihak BBPOM Mataram
MATARAM, NARASIMEDIA.NET || Jajanan La Tiao asal China ditarik dari pasaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Penarikan itu bermula dari kejadian luar biasa keracunan pangan (KLBKP) di sejumlah wilayah.
Antara lain Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Pamekasan, hingga Riau. Adapun korban keracunan mayoritas anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD). Biasanya, jajanan ini didapat dari oleh-oleh atau bawaan langsung dari China.
BACA JUGA : NWDI Tegaskan Pengunduran Diri TGB dari Perindo Bukan Disebabkan Arah Dukungan di Pilgub NTB
Setelah dilakukan uji laboratorium, ada empat jenis jajanan La Tiao yang terdeteksi mengandung bakteri bacillus cereus. Bakteri itu dapat memicu sejumlah keluhan akibat cemaran, yakni mual, diare, muntah, hingga sesak napas.
Menanggapi hal ini, kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan mengatakan sampai dengan saat ini pihaknya masih belum mendapat laporan terkait hal tersebut. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan se NTB dan menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui grup WhatsApp yang melibatkan sekolah, pasar, desa, dan media untuk mengkonfirmasi aman atau tidaknya produk-produk jajanan yang telah beredar.
“kami telah mengkoordinasikan ke dinas kesehatan seluruh NTB dan telah menyampaikan penjelasan publik BPOM melalui WA Group baik ke sekolah, pasar dan desa, termasuk ke WA Group media. Kami telah melakukan pengawasan di 17 sarana distribusi pangan (distributor, grosir, toko dan pasar tradisonal), kami temukan sekitar 9 jenis produk latio”. Jelasnya melalui pesan whatsup, Senin (04/11/2024)
Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah mengambil sampel produk La Tiao untuk diuji lebih lanjut. Selain itu, ia menginstruksikan agar produk tersebut tidak dijual sementara hingga hasil pengujian dari BPOM keluar.
BACA JUGA : Pemkot Mataram Naikkan Gaji Kepala Lingkungan, Tambah Uang Operasional Rp 20 Juta per Tahun
“Telah dilakukan sampling utk pengujian dan terhadap produk yang ada kami instruksikan utk tidak dijual dahulu sampai dengan ada hasli pengujian, dmkn dan tks”. Jelasnya.
Yosef juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan menghindari pembelian atau konsumsi produk ini sampai ada kepastian hasil uji dari BPOM. “Untuk kehati-hatian agar sementara tidak membeli dan mengkonsumsi produk ini, sampai nanti keluar hasil pengujian dari BPOM”. Pungkasnya. (Redaksi)

