EKONOMI DAN BISNISHEADLINENTBTERKINI

BPS NTB Rilis Data Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang Mengalami Peningkatan

Mataram, NARASIMEDIANET || Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, mengumumkan peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel berbintang di Provinsi NTB. Hal ini disampaikan dalam Berita Rilis Statistik (BRS) yang berlangsung di Aula Tambora BPS NTB pada Selasa, 1 Oktober 2024.

Menurut Drs. Wahyudin, pada bulan Agustus, TPK hotel berbintang meningkat sebesar 6,61 poin secara bulanan (month-to-month), dengan rata-rata lama menginap di hotel berbintang bertambah 0,03 hari. Sebaliknya, rata-rata lama menginap di hotel non-bintang mengalami penurunan sebesar 0,02 hari.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan 8,57 persen, sedangkan di hotel non-bintang meningkat 6,12 persen,” jelasnya.

Iklan

Lombok Barat mencatatkan tingkat hunian tertinggi, mencapai 50,30 persen, dengan total kumulatif tamu yang menginap pada tahun 2024 mencapai 1.371.115 orang. Tamu asing yang menginap di hotel berbintang pada bulan Agustus berjumlah 48.458 orang, sedangkan tamu domestik mencapai 71.999 orang. Di hotel non-bintang, tamu asing berjumlah 47.560 orang dan tamu domestik 59.216 orang.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel pada bulan Agustus mencapai 2,70 ribu. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini tidak mencerminkan jumlah kunjungan wisata secara keseluruhan, karena banyak wisatawan yang tidak menginap di hotel,” ungkapnya.

Dalam hal indikator perhotelan di Kabupaten/Kota, urutan tertinggi diraih oleh Lombok Utara dengan 68,61 persen, diikuti Lombok Tengah (54,82 persen), Lombok Barat (50,30 persen), Kota Mataram (32,58 persen), Kota Bima (31,93 persen), Lombok Timur (23,45 persen), Sumbawa (23,45 persen), Dompu (20,46 persen), Sumbawa Barat (18,83 persen), dan Bima (10,22 persen).

Drs. Wahyudin menjelaskan bahwa di Kabupaten Lombok Utara, sebagian besar hotel memiliki jumlah kamar di bawah seratus. Sementara itu, di Kota Mataram, rata-rata jumlah kamar di atas seratus. Perbandingan antara jumlah kamar yang terisi dan ketersediaan kamar mempengaruhi tingkat hunian kamar hotel. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *