Membedah Konsep “Fitrah” Nuryasin-Sumardhan, Calon Bupati Independen kabupaten Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET || Calon Bupati dan Wakil Bupati jalur independen Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. M. Nuryasin dan Sumardhan, MH., mengusung konsep kepemimpinan yang mereka sebut “fitrah”. Konsep ini diangkat sebagai tema besar dalam visi kepemimpinan keduanya.
Menurut Nuryasin, jalur independen memberikan kebebasan bagi mereka untuk menjalankan pemerintahan yang lebih objektif dan profesional, tanpa adanya tekanan dari pihak luar.
“Melalui jalur independen, kami bisa netral dan memimpin dengan moralitas serta integritas, bebas dari intervensi yang dapat membuat kebijakan menjadi subjektif,” ungkap Nuryasin saat menyosialisasikan visinya di Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh, pada Minggu malam (22/9/2024).

Nuryasin menjelaskan bahwa konsep “fitrah” yang diusungnya bertumpu pada prinsip profesionalitas, transparansi, rasionalitas, akuntabilitas, dan keharmonisan dalam kepemimpinan. Ia menegaskan pentingnya menempatkan sumber daya manusia yang tepat pada posisi strategis, dengan mengedepankan profesionalisme berdasarkan portofolio dan rekam jejak karya dan inovasi.
Sementara itu, “fitrah” dalam konteks rasionalitas ditekankan pada penerapan kebijakan yang terukur dan masuk akal, ia menganalogika “jika pendanaan jalam Rp 3 Miliar, tidak mungkin hasilnya alhirnya jalan hanya sepanjang 500 meter, begitu sederhananya, sehingga masyarakat bisa menilai dan mengukurnya langsung” tuturnya.
Di sisi lain, akuntabilitas dan keharmonisan dimaknai sebagai usaha untuk menciptakan kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan serta aspek pelayanan publik yang jauh lebih mudah, sehingga masyarakat dapat lebih nyaman mengakses segala bentuk pelayanan pemerintah daerah.
Nuryasin juga berkomitmen untuk mengutamakan sumber daya manusia lokal dalam berbagai proyek pembangunan, guna mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja dari luar daerah. Ia mengatakan, problem utama yang mengakibatkan tenaga kerja daerah tidak terserap adalah kurangnya komunikasi, jika terpilih, ia harap, komunikasi dan upaya menjembatani SDM lokal di sektor penyedia kerja di era-nya akan membaik.
Tokoh masyarakat setempat, Ibrahim Has, menyatakan dukungannya terhadap visi Nuryasin. “Kita beri kesempatan kepada beliau, karena latar belakangnya sebagai tokoh masyarakat yang berintegritas dan berkualitas,” katanya.
Ibrahim berharap, dengan adanya kandidat independen, Nuryasin-Sumardhan, isu-isu besar di KSB dapat terjawab dan masyarakat lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan berdaya di tanah kelahiran mereka. Menurutnya, kepemimpinan yang berintegritas dan berbasis meritokrasi akan membawa kesejahteraan dan kemajuan sosial-ekonomi bagi masyarakat.
Dengan visi ini, Nuryasin berharap dapat menghadirkan perubahan nyata di KSB serta mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa pemimpin sejatinya adalah pelayan bagi rakyat.
Sebagai informasi, pasangan Nuryasin-Sumardhan maju sebagai calon independen dengan dukungan 41.000 KTP dari masyarakat KSB. (Redaksi)

