EKONOMI DAN BISNISHEADLINETERKINI

Pengamat Pertanian ini katakan Pangan Indonesia melimpah, Namun Tak Terdistribusi

Jakarta, NARASIMEDIA.NET || Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan, ketersediaan pangan secara nasional masih melimpah. Namun, ia menyebut ketersediaan pangan ini tidak terdistribusi kepada merata.

“Jadi, sebetulnya dari sisi ketersediaan pangan secara nasional itu sangat-sangat melimpah. Cuma masalahnya pangan yang melimpah ini kan tidak terdistribusi atau tidak bisa diakses kepada semua orang. Tidak terbagi kepada semua orang,” kata Khudori, pada Senin (12/8/2024).

Menurut Khudori, hal ini lah yang membuat masih ada sekitar 8% anak yang terkena gizi buruk dan 21% stunting, serta kekurangan gizi.

“Itu yang membuat akses gizi dan akses ekonomi itu yang tidak terdistribusi merata ke semua orang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Khudori juga menyebut ketersediaan pangan masih melimpah.

“Kalau diukur dari sisi ketersediaan kalori atau energi ya, kira -kira ketersediaan pangan itu 3.300 kalori per orang ya per hari. Kalau dari sisi protein itu kira -kira 80 -83 gram per kapita per hari” ujarnya.

“Ini sangat besar, sangat-sangat besar. Kebutuhan kita untuk aktivitas yang normal ya, kebutuhan manusia per hari itu kira -kira 2.100-2.200 kalori per hari ya untuk protein 50-60,” tuturnya.

Adapun Data Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN)  pada 2013, masih ada 7,75 juta hektare lahan sawah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, dalam lima tahun turun menjadi 7,1 juta hektare atau menyusut sekitar 650.000 hektare. Jika penyusutan lahan tersebut terus dibiarkan, area persawahan Indonesia berpotensi habis dalam 38 tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *