NTBPENDIDIKANTERKINI

Kiat Indonesia Emas 2045, Kadisdikbud NTB beberkan adanya refitalisasi sistem pembelajaran

Narasimedia.net || Merespon opini terkait sistem edukasi yang tak sinkron dengan kebutuhan industri,  kepala dinas pendidikan dan kebudayaan NTB jelaskan sejumlah penyesuaian dan pendekatan baru pada Sistem pembelajaran untuk siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK).

Dr. H. Aidy Furqon, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB mengatakan, terdapat beberapa pendekatan baru yang mereka upayakan untuk merelefankan SDM agar bisa memiliki kematangan skill dalam memasuki bidang-bidang Industri serta permintaan pasar kerja yang akan datang.

“Memahami keterbatasan NTB sebenarnya sudah lama. Berkenaan dengan hal itu, kami telah melakukan Refitalisasi untuk menata kembali SMK,” tuturnya seusai acara Temu Anak NTB, di Hotel Lombok Beach, (9/7/2024).

Walaupun SMK dalam pembelajarannya telah mengadopsi lingkungan belajar yang praktis, refitalisasi ini merupakan penyesuaian baru agar skil yang diteima siswa dapat lebih aplikatif pada berbagai bentuk kebutuhan pasar. 

Ia menuturkan, program refitalisasi akan berfokus pada penerjunan langsung siswa-siswi pada sektor perusahaan dari ragam industri, juga skil yang disesuaikan dengan karakteristik sumberdaya yang dimiliki daerah secara khusu.

“Misalnya NTB kan salah satu industrinya pariwisata, makan pemberdayakan skill mereka akan disesuaikan dengam kebutuhan tersebut, bahkan kami bekerjasama dengan berbagai bidang usaha untuk memberikan mereka simulasi kerja, sehingga mereka lebih adaptif, tak hanya skil, juga kematangan emosional dan mentalnya”. Tuturnya.

selain itu, ia juga menjelaskan adanya program guru tamu yang berasal dari berbagai perusahaan untuk memberdayakan siswa secara langsung. Guru-guru ini kata Aidy nantinya akan mengajari dan mendemokan secara langsung lingkungan kerja dengan detile pada siswa-siswi SMK.

Sedangkan bagi para siswa yang telah bekerja dan minim waktu untuk belajar tiap hari di sekolah, dinas pendidikan juga telah menyediakan SMK Terbuka.

Dikatakan aidy, SMK terbuka itu diantaranya SMKN 6 Mataram, SMKN 7 Mataram, SMKN 1 Labuapi, SMKN 1 Kopang, SMKN 1 Praya, SMKN 1 Pringgarata, SMKN 2 Praya Tengah, SMKN 1 Kotaraja, SMKN 1 Sikur, SMKN 1 Sakra, SMKN 3 Selong dan SMKN 2 Tanjung.

Aidy mengatakan, adanya SMK terbuka ini diharapkan pemberdayaan SDM dapat lebih optimal dan fleksible, SMK Terbuka dirancang sebagai salah satu alternatif layanan pendidikan tersebut. Tujuannya, mengakomodir lebih banyak anak-anak NTB yang putus sekolah, Seperti putus sekolah lantaran bekerja membantu orang tua sampai dengan alasan menikah.

Ia harapkan, dengan refitalisasi pembelajaran ini dapat mempersiapkan siswa secara matang untuk menjawab berbagai tantangan untuk memuluskan tercapainya target Indonesia Emas 2045.

“Dengan sistem ini, diharapkan daapt memberikan keluasan lingkungan belajar dan memberikan pemahaman yang lebih luas akan medan industri sehigga nantinya anak-anak kita siap bekerja untuk mendukung kiat indonesia emas 2045”. Pungkasnya. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *