Terkait penarikan simpanan oleh Muhammadiyah, Dosen Ekonomi UI sayangkan ini pada BSI
Narasimedia.net|| Ahli Bisnis Syariah yang juga Dosen Ekonom Universitas Indonesia, Yusuf Wibisono, mengomentari penarikan simpanan (money rush) besar-besaran yang dilakukan oleh Ormas Keagamaan Muhammadiyah dari perbankan BSI.
Ia menilai, terdapan unsur politis yang menyebabkan Ormas Muhammadiyah menarik dana yang jumlahnya hingga triliunan rupiah tersebut.

Dirinya mencurigai adanya kaitan antara penarikan dana Muhammadiyah di BSI dengan penunjukkan Felicitas Tallulembang sebagai komisaris. Muhammadiyah sendiri masih menempatkan pengurusnya di jajasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yaitu Jaih Mubarok.
Yusuf menuturkan, dalam pemilihan komisaris, bank memperhitungkan kepentingan stakeholder utama, yaitu pemegang saham atau pemilik dana besar, salah satunya dalam kasus ini adalah Muhammadiyah. Namun, BSI menunjuk Felicitas yang dinilai tidak memiliki track record di dunia perbankan, terutama bank syariah, padahal Muhammidyah memiliki anggota, kader yang mumpuni di bidang bank syariah.
“Pemerintah seharusnya tidak melakukan politisasi berlebihan terhadap BUMN. Ini menjadi tanda tanya kenapa orang yang tidak punya catatan di perbankan, khususnya bak syariah, tiba-tiba masuk jadi komisaris,” ujar Yusuf.
⁰“Ke depannya, BUMN harus dikelola makin profesional terutama di jajaran direksi dan komisaris agar sepenuhnya mencerminkan kebutuhan bisnis, kebutuhan upaya perbankan Syariah. Tidak lagi disusupi atau ditumpangi kepentingan politik jangka pendek,” pungkasnya.

