Elon Musk Yakin hampir semua pekerjaan manusia digantikan AI
Narasimedia.net || CEO Tesla Elon Musk yakin teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) pada akhirnya akan menghilangkan semua pekerjaan. Namun ia juga meyakini hal ini belum tentu merupakan perkembangan yang buruk, menurut laporan CNN internasional.
Musk berbicara di acara startup dan teknologi di Paris, Prancis pada Kamis (23/5/2024). “Mungkin tidak ada di antara kita yang akan memiliki pekerjaan,” paparnya, seperti dikutip pada Sabtu (25/5/2024).
Elon Musk berbicara dari jarak jauh melalui webcam di acara Viva Tech. Ia meramalkan masa depan di mana pekerjaan akan menjadi “opsional”.
Jika Anda ingin melakukan pekerjaan yang mirip dengan hobi, Anda bisa melakukan pekerjaan. Tetapi sebaliknya, AI dan robot akan menyediakan barang dan jasa apa pun yang Anda inginkan,” jelas CEO perusahaan pembuat roket SpaceX tersebut.
Ia menggarisbawahi, agar skenario ini berhasil, diperlukan “penghasilan tinggi universal” yang tidak sama dengan pendapatan dasar universal. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep ini.
Pendapatan dasar universal (UBI) mengacu pada pemerintah yang memberikan sejumlah uang kepada setiap orang, berapa pun pendapatan mereka.
“Tidak akan ada kekurangan barang atau jasa,” kata Musk.
Ia menyoroti kemampuan AI telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Perkembangannya pesat sehingga regulator, perusahaan, dan pengguna masih memikirkan cara memanfaatkan teknologi tersebut secara bertanggung jawab.
Di masa lalu juga Musk mengungkapkan kekhawatirannya terhadap AI.
Pada pidatonya pekan ini, pria berusia 52 tahun ini menggambarkan teknologi AI sebagai “ketakutan terbesarnya”.
Dia mengutip “Seri Buku Budaya” oleh Ian Banks, sebuah penggambaran fiksi utopis tentang masyarakat yang dijalankan oleh teknologi canggih, sebagai yang paling realistis dan “bayangan terbaik dari AI di masa depan”.
Musk mempertanyakan apakah orang akan merasa terpenuhi secara emosional di masa depan tanpa pekerjaan.
“Pertanyaannya benar-benar bermakna. Jika komputer dan robot dapat melakukan segalanya lebih baik dari Anda, apakah hidup Anda memiliki makna? Saya pikir mungkin masih ada peran manusia dalam hal ini, sehingga kita dapat memberi arti pada AI,” tuturnya.
Ia juga menyarankan orang tua untuk mengontrol dan membatasi jumlah media sosial yang dikonsumsi anak-anak mereka, dengan mengatakan bahwa platform media sosial “sedang diprogram oleh AI yang memaksimalkan dopamin”.
Pakar industri terus menyuarakan keprihatinan mengenai bagaimana berbagai industri dan pekerjaan akan bertransformasi seiring dengan berkembangnya AI di pasar
Mengutip laporan CNN pada Januari 2024, para peneliti di Lab Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan MIT menemukan tempat kerja mengadopsi AI lebih lambat dari perkiraan dan ketakutan beberapa pihak.
Laporan tersebut juga mencatat banyak pekerjaan, yang sebelumnya diidentifikasi rentan terhadap AI, tidak memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan yang melakukan otomatisasi pada saat itu.
Sebagian ahli percaya banyak pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan emosional dan interaksi manusia yang tinggi, seperti profesional kesehatan mental, kreatif, dan guru yang tidak perlu digantikan oleh AI.

