HEADLINENTBTERKINI

Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, 3.000 Liter Sehari Mengalir ke Fastboat Turis dari Pemenang KLU

LOMBOK UTARA, NARASIMEDIA.NET – Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi mencuat di kawasan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. BBM yang disebut mencapai ribuan liter diduga diambil dari SPBU berkode 54.833.14 Pemenang untuk kemudian dijual kepada fastboat yang mengangkut wisatawan dari dan ke Bali.

Informasi tersebut disampaikan warga yang mengetahui aktivitas pengambilan BBM itu. Menurut keterangan yang diterima, volume BBM yang dimuat disebut mencapai ribuan liter dalam sehari.

“3.000 liter sampai 7.000 liter, pengakuan abang. Mereka muat BBM subsidi,” kata warga kepada redaksi yang enggan disebut namanya.

Aktivitas itu disebut menggunakan jeriken. Dari informasi yang diterima, terdapat sekitar 20 jeriken yang sudah terisi, sementara 55 jeriken lainnya masih kosong.

“Jumlah jeriken yang terisi 20 jeriken. Jeriken kosong 55 jeriken,” demikian keterangan warga.

BBM tersebut disebut diambil dari SPBU 54.833.14 Pemenang, Lombok Utara.

Warga juga menyebut BBM itu kemudian dijual kepada fastboat yang membawa wisatawan dari Bali.

“BBM tersebut untuk dijual ke fastboat muatan turis yang dari Bali,” ujarnya.

Nama pembeli berinisial  A turut disebut dalam informasi mengenai aktivitas tersebut. A disebut mengaku memiliki izin dari pemerintah daerah.

Namun, ketika izin tersebut diminta untuk diperlihatkan, dokumen yang dimaksud disebut tidak ditunjukkan.

“Katanya ada izin dari Pemda, namun saat dimintai izinnya mereka tidak menunjukkan,” kata sumber tersebut.

Persoalan izin menjadi salah satu bagian yang dipertanyakan. Warga menyebut aktivitas tersebut tidak memiliki izin dari dinas-dinas terkait. Sementara berdasarkan pengakuan A, izin disebut telah dimiliki dari sejumlah instansi.

“Dia tidak memiliki izin dari dinas-dinas terkait. Tapi pengakuan Pak A, izinnya ada sampai ke empat dinas,” ujar sumber.

Dugaan distribusi BBM tersebut kemudian mengarah kepada fastboat yang melayani wisatawan dari Bali. Salah satu fastboat disebut menerima pasokan hingga sekitar 700 liter.

“Si A ini menjual ke pasboat itu sampai 700 liter,” kata sumber tersebut.

Informasi yang sama menyebut kebutuhan BBM untuk fastoat tersebut dapat mencapai sekitar 3.000 liter per hari.

Yang menjadi perhatian warga adalah fastat publik yang disebut menjadi penerima BBM tersebut diklaim telah memiliki hubungan kerja sama dengan koperasi atau BUMD milik daerah.

Kondisi itu membuat warga mempertanyakan jalur distribusi BBM tersebut, terutama jika BBM yang dibeli dari SPBU merupakan BBM bersubsidi.

“Pasboat dari Bali yang muatan turis itu seharusnya sudah memiliki kerja sama dengan BUMD koperasi milik daerah,” kata sumber.

Semebtara itu, kepala dinas ESDM NTB Samsudin saat dikonfirmasi media baru mengetahui infor.asi ini, dan akan berkoordinasi dengan timnya dilapangan untuk memonitor dugaan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *