HAPPENINGNTBTERKINI

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTBCARE dan ITDC Dorong Event Dunia Ramah Difabel

LOMBOK TENGAH, NARASIMEDIA.NET – Gelaran MotoGP Mandalika bukan hanya tentang kecepatan, persaingan, dan sorotan dunia. Di balik event olahraga internasional tersebut, ada harapan agar setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk menikmati atmosfer event dunia di Nusa Tenggara Barat.

Semangat itulah yang terus didorong NTBCARE melalui sinerginya bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Memasuki tahun kelima kemitraan, NTBCARE dan ITDC kembali memperkuat komitmen dalam menghadirkan kegiatan sosial yang lebih inklusif di kawasan Mandalika.

Komitmen tersebut dibahas dalam kunjungan tim NTBCARE ke ITDC padaJelang MotoGP Mandalika 2026, NTBCARE dan ITDC Dorong Event Dunia Ramah Difabel Senin. Pertemuan itu membahas berbagai agenda menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika, termasuk akses dan ruang bagi penyandang disabilitas serta keberlanjutan sejumlah program sosial yang selama ini telah berjalan.

Salah satu program yang turut menjadi perhatian adalah “Menonton di Paddock” bagi anak-anak yatim. NTBCARE berharap program sosial tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan kualitas dan jangkauannya sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, kondisi dan partisipasi penonton penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari evaluasi. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 13 penonton penyandang disabilitas yang hadir menyaksikan MotoGP.

Menindaklanjuti evaluasi tersebut, ITDC menyampaikan komitmennya untuk memberikan tiket gratis bagi pendamping penyandang disabilitas yang membeli satu tiket.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari NTBCARE.

“Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam. Kehadiran difabel menjadi bagian penting dalam event dunia ini,” ujar Yuni Bourhany dari NTBCARE.

Menurut Yuni, keberadaan event berskala internasional seperti MotoGP Mandalika seharusnya berjalan beriringan dengan pembangunan ekosistem yang memberikan kesempatan setara kepada seluruh masyarakat.

NTBCARE pun menyampaikan sejumlah harapan agar penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mendapatkan ruang yang layak dalam berbagai aktivitas sosial dan ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan Mandalika.

“Di dunia ini kita setara. NTBCARE sangat mendukung semua bentuk kebijakan yang memihak kepada kaum difabel,” tegas Yuni.

Bagi NTBCARE, kesetaraan bukan sekadar persoalan fasilitas, tetapi juga bagaimana penyandang disabilitas dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

Karena itu, sinergi dengan ITDC diharapkan terus berkembang seiring dengan semakin besarnya posisi Mandalika sebagai destinasi event olahraga dunia.

MotoGP Mandalika pada akhirnya bukan hanya menjadi panggung bagi pembalap dan industri pariwisata, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kemajuan sebuah daerah harus dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Termasuk saudara-saudara penyandang disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *