Dugaan Jaringan Narkoba Antarprovinsi akan selundupkan barang di Bima, Sosok Randy Diminta Segera Diusut
BIMA, NARASIMEDIA.NET – Dugaan distribusi narkoba antarprovinsi yang mengarah ke wilayah Bima kembali mencuat. Dalam postingan terbarunya pada 4 September 2026, akun Facebook Agus Agria menyoroti sosok Randy yang disebutnya diduga terlibat dalam pengiriman narkoba dari Tangerang menuju Bima.
Dalam postingannya, Agus menuding Randy mengatur pengiriman narkoba dari Tangerang ke Bima berdasarkan pesanan sejumlah bandar di wilayah Bima. Setibanya barang di Bima, narkoba tersebut disebut akan dibagikan oleh anak buah Randy.
Agus juga menyebut dugaan keterlibatan adik Randy, berinisial DWY Astuty, dalam pengelolaan keuangan hasil penjualan narkoba. Menurut tudingan yang ditulis Agus, sebagian hasil penjualan dikirim kepada Randy dan selanjutnya diberikan kepada ibu mereka dengan nilai yang disebut mencapai Rp100 juta per minggu.
“Diduga bandar besar narkoba antar provinsi Randy,” tulis Agus dalam postingannya.
Agus juga mendesak Ditresnarkoba Polda NTB melakukan pengembangan terhadap dugaan jaringan tersebut. Ia menyebut Randy sebagai bandar yang disebutnya baru muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam postingan yang sama, Agus menyebut Randy diduga berasal dari Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Ia juga menuding hasil bisnis narkoba diduga digunakan untuk membuka usaha kandang ayam potong yang dikelola DWY Astuty.
Agus selanjutnya menuding adanya dugaan pencucian uang melalui pembelian aset. Ia menyebut tiga unit rumah, tanah kosong, dan tiga unit mobil sebagai aset yang menurutnya perlu ditelusuri aparat penegak hukum.
“Wajib segera sita semua dan memenjarakan DWY ASTUTY. Adik kandungNya RANDY,” tulis Agus.
Agus juga mengaitkan tudingannya dengan penangkapan dua orang yang disebut sebagai anak buah Randy oleh Satresnarkoba Polres Bima Kabupaten pada bulan sebelumnya.
Menurut Agus, dua orang tersebut kemudian menjalani rehabilitasi, sementara seorang lainnya yang disebut bernama Digon masih ditahan. Ia menuding DWY Astuty berupaya melobi dalam perkara tersebut.
Agus mempertanyakan langkah pengembangan perkara oleh Satresnarkoba Polres Bima Kabupaten terhadap barang yang disebut ditemukan dari orang-orang yang ditudingnya sebagai anak buah Randy.
Melalui klaim dugaan postingannya, Agus meminta Kapolda NTB memberikan perhatian dan memerintahkan jajarannya melakukan pengembangan serta penyelidikan terhadap dugaan jaringan tersebut.
“Tolong Bapak Kapolda NTB tegaskan pada jajaran nya agar bagaimana mereka melakukan pengembangan serta penyelidikan agar si RANDY ditangkap beserta Adik kandungNya DWY ASTUTY!!”

