Bursa KONI NTB Berakhir Tanpa Ketua Definitif, KONI Pusat Ambil Alih
MATARAM, NARASIMEDIA.NET Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI NTB yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu (30/8/2026), berakhir tanpa menghasilkan ketua definitif KONI NTB periode 2026-2030.
Kondisi tersebut membuat KONI Pusat mengambil alih proses keberlanjutan kepengurusan KONI NTB. KONI Pusat selanjutnya akan menunjuk caretaker untuk menjalankan tahapan pemilihan kembali.
Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Eko Budi S mengatakan mekanisme pemilihan akan disusun kembali melalui caretaker yang ditunjuk KONI Pusat.
“Dari nol lagi, termasuk mekanismenya semuanya akan dibuat oleh KONI Pusat, oleh karateker yang baru,” kata Eko usai Musorprov XIII KONI NTB, Minggu (30/8/2026).
Sebelumnya, dua bakal calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030, yakni Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Ketua KONI NTB periode 2022-2026 Mori Hanafi, dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dalam proses penjaringan.
Karena tidak ada calon yang memenuhi syarat, agenda pemilihan ketua tidak dapat dilanjutkan. Musorprov tetap berlangsung dengan agenda penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan KONI NTB periode 2022-2026.
Mori Hanafi mengatakan kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari mekanisme organisasi setelah tidak ada calon ketua yang memenuhi syarat.
“Ya memang kan ini mekanisme yang sesuai dengan aturan. Pada saat ini kita melaksanakan Musorprov, kemudian tidak ada calon ketua tetap karena TMS. Bahwa saya mencalonkan, saya dianggap TMS, ya itu yang terjadi,” kata Mori.
Setelah caretaker terbentuk, KONI Pusat akan membentuk kembali Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) untuk proses pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026-2030.
Eko mengatakan caretaker akan berasal dari unsur KONI Pusat dan daerah. Caretaker tersebut kemudian bertugas menyiapkan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) untuk memilih ketua baru.
“Caretaker akan diturunkan di sini untuk menyelenggarakan musyawarah yang diselenggarakan oleh caretaker. Caretaker itu dari KONI Pusat tetapi itu combine dengan daerah tapi enggak banyak,” jelas Eko.
Mengenai waktu penunjukan caretaker, Eko belum memberikan kepastian. Ia mengatakan keputusan akan diambil setelah laporan resmi hasil Musorprov diterima KONI Pusat.
“Kalau sesuai aturan bisa seminggu, dua minggu. Secepatnya lebih baik, tapi tergantung dari laporan nanti,” kata Eko.
Eko juga menyebut calon yang sebelumnya dinyatakan TMS masih memiliki peluang untuk kembali mencalonkan diri dalam proses berikutnya, dengan persyaratan yang akan ditentukan melalui mekanisme baru.
“Ya boleh, semuanya bisa mencalonkan,” tegasnya.
Sementara itu, belum adanya ketua definitif juga menjadi perhatian karena NTB bersama Nusa Tenggara Timur akan menjadi tuan rumah PON 2028. Mori menyebut salah satu persoalan yang perlu segera ditangani adalah proses mutasi atlet.

