Pemprov NTB Dorong Pembentukan Fakultas Kedokteran Gigi untuk Perkuat Layanan Kesehatan Gigi
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong pembentukan Fakultas Kedokteran Gigi sebagai salah satu upaya memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan gigi di daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab masih terbatasnya distribusi dokter gigi, khususnya dokter gigi spesialis, di fasilitas pelayanan kesehatan di NTB.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS, mewakili Gubernur NTB saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Provinsi NTB dan pengurus kabupaten/kota se-NTB di Hotel Prime Park Mataram, Sabtu (1/8).
Menurut Hamzi Fikri, penguatan sumber daya manusia di bidang kedokteran gigi menjadi salah satu kebutuhan strategis mengingat masih terdapat ketimpangan distribusi tenaga dokter gigi spesialis.
Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 50 persen dari 353 dokter gigi spesialis masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Sementara itu, rasio dokter gigi di NTB baru mencapai sekitar 0,06 dokter gigi per 1.000 penduduk, dan dari lima fakultas kedokteran yang ada di provinsi tersebut belum terdapat Fakultas Kedokteran Gigi.
“Karena itu, kebutuhan akan Fakultas Kedokteran Gigi menjadi penting agar NTB memiliki kapasitas mencetak tenaga kesehatan gigi sendiri dan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Hamzi.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari 177 puskesmas yang tersebar di NTB, masih terdapat 27 puskesmas yang belum memiliki dokter gigi. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pemerataan akses layanan kesehatan gigi, terutama di wilayah pedesaan.
Untuk itu, Pemprov NTB berharap program-program yang dijalankan PDGI tidak hanya berfokus pada kegiatan ilmiah maupun praktik profesi, tetapi juga memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat melalui edukasi dan pelayanan kesehatan gigi di desa, posyandu, serta sekolah.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTB yang terus memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas melalui pendekatan promotif dan preventif hingga ke tingkat desa.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PDGI, Dr. drg. Eka Erwansyah, M.Kes., Sp.Ort(K), menyatakan dukungan penuh organisasi terhadap rencana pembentukan Fakultas Kedokteran Gigi di NTB.
Menurutnya, kehadiran fakultas tersebut akan menjadi investasi jangka panjang dalam penyediaan tenaga dokter gigi sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah.
Selain itu, ia mendorong agar PDGI terus meningkatkan peran organisasi profesi, baik dalam pengembangan kompetensi anggota maupun pendampingan terhadap persoalan hukum yang dihadapi anggotanya.
Eka juga menyoroti masih rendahnya perilaku menyikat gigi yang benar di masyarakat. Berdasarkan data PDGI dan hasil riset kesehatan nasional, sekitar 94,5 persen masyarakat Indonesia mengaku menyikat gigi setiap hari, namun hanya sekitar 2,8 hingga 5 persen yang melakukannya dengan teknik dan waktu yang tepat.
Di sisi lain, sekitar 57 persen penduduk Indonesia masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk gigi berlubang. Pada kelompok anak, prevalensi karies bahkan mencapai sekitar 89 persen.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya edukasi mengenai kebiasaan menyikat gigi yang benar, yakni minimal dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur, dengan teknik yang tepat dan menggunakan pasta gigi secukupnya.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai pengukuhan kepengurusan PDGI Provinsi NTB beserta pengurus PDGI kabupaten/kota se-NTB untuk masa bakti yang baru, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat.

