HEADLINENTBTERKINI

Butuh Lahan untuk Proyek Bypass Port to Port Lembar-Kayangan, Pemprov NTB Tawarkan Skema Wakaf Tanah

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mendorong skema wakaf tanah sebagai salah satu opsi penyediaan lahan untuk mendukung pembangunan proyek bypass port to port Lembar–Kayangan. Skema tersebut diharapkan dapat membantu menekan kebutuhan anggaran pembebasan lahan sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur strategis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wirajaya, mengatakan skema wakaf tanah merupakan salah satu pola yang terus didorong oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam proses penyediaan lahan proyek tersebut.

“Itu tetap didorong sama Pak Gubernur, pola wakaf,” kata Kusuma, Kamis (23/7).

Menurutnya, skema wakaf diharapkan menjadi bentuk kontribusi masyarakat dalam pembangunan sekaligus membantu mengurangi kebutuhan anggaran yang besar untuk pembebasan tanah.

“Tentu bagian salah satunya itu,” ujarnya.

Kusuma menjelaskan, konsep tersebut juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur. Ia menyebut pola serupa telah diterapkan di sejumlah daerah.

“Kedua juga, kita juga memberi kesempatan. Ini kan skema sebenarnya, katanya itu banyak, banyak sudah dilakukan di banyak tempat,” jelasnya.

Ia menambahkan, karakter masyarakat NTB yang mayoritas memiliki nilai religius menjadi salah satu pertimbangan dalam mendorong konsep wakaf tanah.

“Orang-orang NTB ini kan agamis, jadi diajak untuk wakaf ini dikuatkan,” katanya.

Selain itu, Kusuma menilai masyarakat juga berpotensi memperoleh manfaat ekonomi dari pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, lahan yang berada di sekitar akses jalan utama berpotensi mengalami peningkatan nilai setelah infrastruktur terbangun.

Meski demikian, ia menegaskan skema wakaf tidak menggantikan mekanisme pembebasan lahan secara konvensional. Pemerintah tetap membuka lebih dari satu pola dalam proses penyediaan lahan untuk proyek bypass port to port Lembar–Kayangan.

“Namanya itu tetap ya, skema itu ada, jadi pembebasan dan wakaf,” ujarnya.

Proyek bypass port to port Lembar–Kayangan merupakan salah satu proyek infrastruktur yang dirancang untuk menghubungkan Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *