Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Siapkan Rp40 Miliar untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Migran
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah delapan tahun vakum. Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembiayaan KUR bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia di Mataram, Jumat (19/6/2026), sebagai langkah memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif di Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut positif kerja sama tersebut sebagai upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, hingga sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Mewakili Gubernur NTB, Sekretaris Daerah NTB Abul Chair menegaskan bahwa kemudahan akses pembiayaan akan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Yang dibangun bukan hanya transaksi keuangan, tetapi juga harapan, lapangan kerja, dan masa depan masyarakat NTB,” ujarnya.
Menurutnya, keberpihakan terhadap UMKM harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan akses permodalan yang mudah, luas, dan terjangkau. Hal tersebut juga sejalan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk penguatan ekonomi desa melalui Program Desa Berdaya.
“Kami ingin agar setiap desa memiliki sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” katanya.
Abul Chair menambahkan, pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perbankan, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
Karena itu, Pemprov NTB berharap Bank NTB Syariah tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mendampingi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan memperkuat literasi keuangan syariah.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin mengungkapkan rasa syukur atas kembalinya kepercayaan pemerintah kepada Bank NTB Syariah sebagai penyalur KUR setelah delapan tahun tidak memperoleh alokasi program tersebut.
Pada tahun 2026, Bank NTB Syariah memperoleh plafon KUR sebesar Rp40 miliar, yang terdiri atas Rp30 miliar untuk pembiayaan UMKM dan Rp10 miliar bagi pembiayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Kami ingin pembiayaan ini benar-benar mendorong sektor produktif dan membantu UMKM berkembang,” ujar Nazaruddin.
Ia menjelaskan, untuk memastikan penyaluran pembiayaan berjalan efektif dan berkelanjutan, Bank NTB Syariah akan menerapkan pola pendampingan berbasis klaster usaha. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing UMKM di NTB.
Di sisi lain, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI M. Riza Damanik menyatakan Bank NTB Syariah resmi kembali menjadi penyalur KUR nasional setelah diaktivasi kembali oleh pemerintah.
“Alhamdulillah, setelah delapan tahun, Bank NTB Syariah kembali diaktivasi sebagai penyalur KUR. Tahun 2026 ini Bank NTB Syariah menjadi lembaga penyalur ke-43 secara nasional,” katanya.
Riza menjelaskan, pemerintah juga berencana mengaktifkan kembali sejumlah bank pembangunan daerah lainnya agar jangkauan pembiayaan KUR semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha di daerah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah mengarahkan penyaluran KUR agar lebih banyak masuk ke sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, industri pengolahan pangan, hingga ekonomi kreatif.
Menurutnya, pembiayaan pada sektor produksi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar karena mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan nilai tambah daerah.
“Ketika pembiayaan masuk ke sektor produksi, maka lapangan kerja akan bertambah dan nilai tambah ekonomi yang dihasilkan daerah juga semakin besar,” jelasnya.
Selain pembiayaan, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem UMKM melalui lima pilar utama, yakni legalitas usaha, pendampingan, pembiayaan, akses pasar dan digitalisasi, serta penguatan kemitraan dan rantai pasok.
Melalui sinergi tersebut, Bank NTB Syariah diharapkan menjadi motor penggerak pembiayaan syariah yang inklusif, sehingga semakin banyak UMKM NTB mampu tumbuh, naik kelas, dan berdaya saing hingga tingkat nasional maupun global.

