HEADLINENTBPOLITIKTERKINI

Gerindra Beri Sinyal Posisi Iqbal di NTB, Pengamat Nilai Dinamika Kursi DPD NTB Belum Usai

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Dinamika politik di tubuh Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menjadi sorotan. Pengamat politik Universitas Internasional Bima, Dr. Alfisahrin, menilai bantahan elite Gerindra terhadap spekulasi kedekatan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan sejumlah petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra tidak bisa dilepaskan dari dinamika internal partai yang tengah berlangsung.

Menurut Alfisahrin, respons yang disampaikan kader Gerindra justru memperlihatkan adanya upaya menjaga stabilitas organisasi di tengah menguatnya spekulasi publik mengenai masa depan politik Iqbal di internal partai.

“Ini mengindikasikan dua hal. Pertama sebagai klarifikasi untuk menjaga soliditas internal kader. Pergantian Ketua DPD Gerindra memang sepenuhnya merupakan hak prerogatif DPP dan Ketua Umum Prabowo Subianto. Tetapi secara politik maupun akademis, spekulasi mengenai pergantian Ketua DPD Gerindra NTB bukan sesuatu yang tabu untuk dibicarakan,” kata Alfisahrin, Sabtu (4/7/2026).

Ia menilai hingga kini belum ada kepastian resmi dari DPP Gerindra mengenai arah politik Iqbal di struktur partai. Karena itu, berbagai spekulasi yang berkembang dinilai sebagai konsekuensi wajar dari ruang demokrasi.

Selain sebagai klarifikasi, Alfisahrin juga membaca bantahan tersebut sebagai strategi partai untuk melindungi kader yang memiliki nilai elektoral tinggi.

“Partai mana pun tentu tidak ingin kehilangan kader potensial. Sejauh ini Iqbal masih menjadi figur dengan popularitas politik tertinggi di NTB dan berpotensi menjadi magnet bagi partai lain jika peluangnya di Gerindra dianggap mengecil. Karena itu DPP kemungkinan memilih menjaga soliditas agar tidak memicu friksi internal,” ujarnya.

Menurutnya, diskursus mengenai kemungkinan pergantian kepemimpinan DPD Gerindra NTB seharusnya dipandang sebagai bagian dari pendidikan politik masyarakat, bukan sesuatu yang harus dihindari.

“Percakapan publik seperti ini menunjukkan adanya public awareness terhadap dinamika partai. Masyarakat mulai kritis terhadap pola rekrutmen politik dan berharap partai menjalankan fungsi kaderisasi secara lebih terbuka,” tegasnya.

Alfisahrin juga menilai narasi mengenai kedekatan Iqbal dengan sejumlah elite DPP Gerindra, seperti Sufmi Dasco Ahmad, dapat dimaknai sebagai strategi komunikasi politik untuk meredam spekulasi yang berkembang.

“Narasi itu bisa dibaca sebagai upaya menjaga soliditas dan mencegah berkembangnya spekulasi liar. Karena itu ditekankan bahwa Iqbal memiliki hubungan baik dengan seluruh pengurus pusat,” katanya.

Gerindra Bantah Isu Iqbal Tinggalkan Partai

Sebelumnya, Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Gerindra NTB sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, membantah isu yang menyebut Lalu Muhamad Iqbal akan meninggalkan Partai Gerindra atau berpindah ke partai politik lain.

Sudirsah menegaskan Iqbal merupakan kader resmi Gerindra yang memperoleh Kartu Tanda Anggota (KTA) langsung dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat Kongres Partai Gerindra di Hambalang.

“Beliau menerima KTA langsung dari Bapak Prabowo Subianto. Itu bukan hal biasa. Beliau adalah kader istimewa Partai Gerindra,” ujar Sudirsah.

Ia juga memastikan komunikasi politik Iqbal dengan jajaran elite DPP Gerindra, termasuk Sekjen Gerindra Sugiono, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua MPR Ahmad Muzani, hingga pengurus pusat lainnya, tetap terjalin dengan baik.

Di tingkat daerah, kata Sudirsah, hubungan Iqbal dengan pengurus DPD Gerindra NTB juga berlangsung harmonis dan produktif.

Menurutnya, kontribusi Iqbal terhadap konsolidasi politik Gerindra di NTB selama menjabat gubernur menjadi alasan kuat mengapa isu perpindahan partai dinilai tidak berdasar.

Posisi Ketua DPD Gerindra NTB Jadi Sorotan

Menguatnya spekulasi mengenai posisi Iqbal tidak terlepas dari besarnya nilai strategis jabatan Ketua DPD Gerindra NTB menjelang agenda konsolidasi politik menuju Pemilu 2029.

Sebagai gubernur sekaligus figur dengan tingkat popularitas tinggi di NTB, Iqbal dinilai memiliki modal politik yang kuat, mulai dari basis elektoral, jejaring birokrasi, hingga kedekatan dengan elite partai di tingkat nasional.

Meski demikian, hingga kini DPP Gerindra belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kemungkinan perubahan kepemimpinan di tubuh DPD Gerindra NTB. Karena itu, seluruh pembahasan yang berkembang masih berada pada ranah analisis politik dan belum menjadi keputusan organisasi.

Dinamika tersebut menunjukkan bahwa arah konsolidasi Gerindra di NTB mulai menjadi perhatian publik, seiring menghangatnya pembicaraan mengenai regenerasi kepemimpinan dan konfigurasi kekuatan politik menuju kontestasi nasional berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *