HEADLINENTBTERKINI

Warga Tambora Keluhkan Bau Limbah Tambak PT DMV, desak Pemda Segera Bertindak

DOMPU, NARASIMEDIA.NET – Warga Desa Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, mengeluhkan dugaan pencemaran udara yang bersumber dari aktivitas pengelolaan limbah tambak udang milik PT DMV. Bau busuk yang diduga berasal dari limbah tambak disebut telah mengganggu aktivitas warga.

Sejumlah warga mengaku bau menyengat mulai tercium hingga ke kawasan permukiman, terutama pada malam hari. Mereka menduga kondisi tersebut terjadi akibat pengelolaan limbah yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Anak-anak sampai sesak napas. Kami minta pemerintah tegas,” ujar salah seorang warga, Senin (6/7/2026).

Selain mengganggu kenyamanan, warga mengaku khawatir paparan bau limbah dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia.

Ketua RT 12 Desa Labuan Kenanga, Irfan, mengaku keresahan masyarakat semakin bertambah lantaran warga sekitar dinilai tidak memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan perusahaan tersebut.

“PT DMV tidak pernah menerima warga kami sebagai karyawan. Sementara kami justru harus menikmati bau limbah yang diduga berasal dari pembuangan limbah cair ke sungai yang lokasinya berdekatan dengan permukiman RT 12,” katanya.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan dugaan pelanggaran pengelolaan limbah tersebut.

Merujuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap pelaku usaha wajib mengelola limbah sesuai baku mutu lingkungan serta memiliki dokumen dan izin lingkungan yang dipersyaratkan, seperti UKL-UPL atau AMDAL.

Dalam ketentuan tersebut, pembuangan limbah yang tidak memenuhi ketentuan dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana apabila terbukti memenuhi unsur pelanggaran sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT DMV belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi atas keluhan warga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *