EKONOMI DAN BISNISHEADLINENTBTERKINI

Di Tengah Profit Triliunan AMNT, Antrean Kerja ke Jepang Dinilai Cerminkan Sempitnya Pasar Kerja KSB

TALIWANG, NARASIMEDIA.NET – Tingginya minat masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengikuti program kerja ke Jepang dinilai tidak bisa dibaca semata sebagai keberhasilan pemerintah membuka akses tenaga kerja luar negeri. Di balik 174 pelamar yang mendaftar hanya dalam hari-hari awal pembukaan program, aktivis KSB Yuni Bourhany justru melihat fenomena tersebut sebagai sinyal semakin sempitnya ruang kerja di daerah yang selama ini menjadi basis industri pertambangan dengan keuntungan mencapai triliunan rupiah.

Yuni menilai, antusiasme warga bekerja ke luar negeri merupakan indikator ekonomi yang perlu dibaca secara kritis. Menurutnya, ketika masyarakat lebih memilih mencari pekerjaan di negara lain, pemerintah seharusnya mengevaluasi daya serap lapangan kerja lokal.

“Kalau masyarakat berbondong-bondong ingin bekerja ke Jepang, Ini juga menunjukkan bahwa ruang kerja di daerah sendiri belum mampu memberikan harapan. Ini alarm bagi pemerintah daerah,” kata Yuni kepada Minggu, (5/7).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi karena KSB merupakan daerah penghasil sumber daya mineral dengan aktivitas pertambangan berskala internasional. Namun, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja, dinilai belum sebanding dengan besarnya aktivitas ekonomi yang berlangsung.

Yuni mengatakan, dalam perspektif ekonomi pembangunan, keberadaan investasi besar semestinya menciptakan multiplier effect berupa tumbuhnya industri turunan, usaha lokal, hingga perluasan kesempatan kerja yang berkelanjutan.

“Daerah yang memiliki investasi besar seharusnya tidak hanya menikmati angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan pasar kerja yang luas. Kalau justru masyarakat berlomba mencari pekerjaan ke luar negeri, berarti ada yang perlu dievaluasi dari struktur ekonomi kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak semata diarahkan kepada pemerintah daerah. Menurut dia, perusahaan tambang yang memperoleh keuntungan besar juga memiliki tanggung jawab sosial dan ekonomi untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan lokal.

Yuni berpendapat, investasi berskala besar tidak cukup diukur dari besarnya nilai produksi atau kontribusi terhadap pendapatan daerah, tetapi juga dari kualitas dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Keberhasilan investasi bukan hanya soal berapa triliun keuntungan perusahaan atau berapa besar pajak yang dibayar. Yang paling penting adalah apakah masyarakat di sekitar kawasan tambang benar-benar memperoleh akses pekerjaan yang layak dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar program penempatan pekerja ke luar negeri tidak dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan di daerah.

Menurut Yuni, pengiriman tenaga kerja memang dapat meningkatkan pendapatan keluarga melalui remitansi. Namun dalam jangka panjang, pemerintah tetap dituntut memperkuat ekonomi lokal agar masyarakat memiliki pilihan bekerja di daerahnya sendiri.

“Program kerja ke luar negeri tentu baik sebagai alternatif. Tetapi jangan sampai itu menjadi solusi utama karena daerah gagal menyediakan lapangan kerja yang memadai. Yang harus dibangun adalah ekonomi lokal yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat membuka program penempatan tenaga kerja ke Jepang melalui Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN). Hingga hari kedua pendaftaran, jumlah pelamar telah mencapai 174 orang, sementara kuota yang tersedia hanya 50 peserta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KSB, Slamet Riadi, menyatakan seluruh peserta yang lolos seleksi akan memperoleh pelatihan bahasa, budaya kerja, literasi keuangan, hingga pembinaan mental sebelum diberangkatkan ke Jepang. Program tersebut disebut tidak dipungut biaya dan peserta yang berhasil bekerja diperkirakan memperoleh penghasilan sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *