Anggaran Pembangunan Kantor Wali Kota Mataram Rp180 Miliar Berpotensi Membengkak
MATARAM, NARASIEDIA.NET – Anggaran kelanjutan pembangunan Kantor Wali Kota Mataram atau Bale Mentaram senilai Rp180 miliar berpotensi mengalami kenaikan. Pemerintah Kota Mataram menyebut penyesuaian anggaran diperlukan akibat melonjaknya harga material bangunan yang dipengaruhi penguatan kurs dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widyahing, mengatakan proses tender proyek strategis tersebut hingga kini belum dapat dimulai karena pemerintah masih melakukan perhitungan ulang terhadap dampak kenaikan harga material.
“Bahkan tender proyek belum bisa dimulai karena perlu dilakukan perhitungan ulang terhadap dampak kenaikan harga barang,” kata Lale di Mataram, Selasa.
Menurut dia, kenaikan harga BBM berdampak signifikan terhadap biaya distribusi dan harga bahan bangunan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan anggaran yang telah disiapkan mengalami penyesuaian.
Berdasarkan hasil survei harga material yang dilakukan Dinas PUPR, rata-rata harga bahan bangunan mengalami kenaikan. Data terbaru itu akan menjadi acuan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebelum diajukan kepada Inspektorat untuk dilakukan peninjauan ulang.
Lale menjelaskan, pembangunan Balai Mataram akan dilaksanakan melalui skema kontrak tahun jamak atau multiyears selama lima tahun.
“Kami berharap dampak kenaikan harga material tidak terlalu signifikan terhadap anggaran yang telah disiapkan,” ujarnya.
Selain menunggu hasil telaah Inspektorat, Dinas PUPR juga menanti hasil review dari Kejaksaan yang ditunjuk untuk mendampingi proses kelanjutan pembangunan Balai Mataram.
Pendampingan dari Kejaksaan dinilai penting mengingat proyek tersebut merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Mataram pada tahun ini.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan panitia lelang belum dapat memulai proses tender karena masih menunggu finalisasi hasil review dari Inspektorat dan Kejaksaan.
“Hasil review dinantikan untuk selanjutnya lelang atau tender bisa dimulai,” katanya.
Ia berharap proses review dapat segera rampung sehingga lelang proyek dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Karena itu kami berharap lelang bisa dimulai bulan ini sesuai jadwal,” ujarnya.

