Pemprov NTB Salurkan Bantuan Pangan untuk 1.343 Keluarga di Lombok Barat Melalui program GPM
LOMBOK BARAT, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (5/6). Program tersebut menyasar masyarakat di wilayah kategori kemiskinan ekstrem dan daerah dengan akses terbatas terhadap pasar serta bahan pangan.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 1.343 keluarga menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan GPM merupakan upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya, termasuk di daerah-daerah pelosok. Kita harus memberikan pelayanan, terutama dalam penyediaan bahan pangan murah kepada masyarakat,” kata Mirza.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah. Karena itu, pelaksanaannya tidak hanya melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, tetapi juga berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM yang menyediakan komoditas pangan dengan harga lebih rendah dari harga pasar.
“GPM ini kita upayakan bersama. Jangan hanya mengandalkan Dinas Pertanian, tetapi seluruh pihak harus berkolaborasi untuk melakukan pengendalian inflasi agar harga pangan tetap terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Mirza menjelaskan, GPM akan terus dilaksanakan setiap bulan di wilayah yang terindikasi mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah dan data Badan Pusat Statistik (BPS), minyak goreng serta bahan bakar rumah tangga masih menjadi penyumbang inflasi di sejumlah daerah akibat kelangkaan pasokan.
“Kalau bulan ini satu titik, setiap bulan akan dilaksanakan GPM pada lokasi yang terindikasi mengalami kenaikan harga. Dari pantauan kami dan berdasarkan data BPS, bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng menjadi penyumbang inflasi karena terjadi kelangkaan di hampir seluruh daerah di NTB,” katanya.
Ia menambahkan, program GPM diprioritaskan pada desa berdaya yang masuk kategori miskin ekstrem sebagai langkah untuk menjaga keterjangkauan pangan sekaligus menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, menyambut positif pelaksanaan GPM. Menurutnya, program tersebut membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga sejumlah komoditas penting, terutama beras dan minyak goreng.
“Dengan GPM ini diharapkan dapat menstabilkan harga-harga bahan pokok yang saat ini terus meningkat. Ini merupakan salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi yang perlu terus dilaksanakan untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Tajudin berharap program serupa dapat terus berlanjut karena dinilai efektif membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

