HEADLINENTBTERKINI

Aksi di Kanwil Kemenhaj NTB, Massa Minta Klarifikasi Dugaan Badal Haji Fiktif

Mataram, NARADIMEDIA.NET

Barisan Oposisi Muda (BOM) Nusa Tenggara Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Jumat (5/6), menuntut klarifikasi terkait dugaan pelaksanaan badal haji ( ibadah haji yang dilaksanakan oleh orang lain untuk menggantikan orang yang sudah wafat ).

Massa aksi mempertanyakan mekanisme pelaksanaan badal haji yang diperuntukkan bagi jamaah wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Mereka menduga terdapat pihak yang ditunjuk melakukan badal haji, namun pelaksanaannya tidak dilakukan secara benar sesuai ketentuan syariat maupun prosedur yang berlaku.

Koordinator Lapangan BOM NTB, Bintang, mengatakan pihaknya menerima informasi adanya dugaan bahwa pihak yang disebut melaksanakan badal haji tidak benar-benar berada di Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah atas nama jamaah yang telah meninggal dunia.

“Informasi yang kami terima mengarah pada dugaan bahwa pelaksanaan badal haji tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Karena itu kami meminta Kanwil Kemenhaj NTB memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait mekanisme, penunjukan pelaksana, dan bukti pelaksanaan badal haji tersebut,” ujarnya dalam orasi.

Menurut Bintang, persoalan itu perlu ditelusuri karena menyangkut hak jamaah haji yang meninggal dunia beserta keluarganya. Ia menilai transparansi penting untuk memastikan bahwa seluruh prosedur yang menjadi hak jamaah telah dijalankan sesuai ketentuan.

Selain meminta penjelasan mengenai dugaan tersebut, massa aksi juga mendesak keterbukaan data terkait jamaah haji yang wafat dan mekanisme penyelesaian ibadah mereka melalui badal haji.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kanwil Kemenhaj NTB H. Lalu Muhammad Amin menyatakan tidak mengetahui adanya dugaan pelanggaran sebagaimana yang disampaikan massa aksi. Namun, pihaknya membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi yang dapat dijadikan bahan penelusuran lebih lanjut.

“Kami siap menerima setiap informasi yang dimiliki masyarakat untuk dilakukan penelusuran sesuai kewenangan yang kami miliki,” ujar perwakilan Kanwil Kemenhaj NTB dalam audiensi.

BOM NTB menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat kejelasan mengenai pelaksanaan badal haji yang dipersoalkan. Mereka berharap pihak berwenang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar tidak muncul keraguan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *