LDII Batulayar Sembelih 9 Sapi dan 6 Kambing pada Iduladha 1447 H, Bagikan 329 Kupon Daging Kurban
Lombok Barat, NARASIMEDIA.NET – Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Dusun Are Manis, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Ketua DPC LDII Kecamatan Batulayar Muhammad Irzam Ma’ruf setempat menyampaikan, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Iduladha 2026, panitia menyembelih 9 ekor sapi dan 6 ekor kambing, meningkat dari tahun lalu yang tercatat sebanyak 6 ekor sapi.
“Alhamdulillah pada tahun ini kami kembali bisa melaksanakan kurban. Jumlah hewan kurban yang disembelih hari ini sebanyak 9 ekor sapi dan 6 ekor kambing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan kurban tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat pengurus cabang (PC), tetapi juga secara menyeluruh di lingkungan LDII tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, secara keseluruhan di tingkat DPW LDII NTB, jumlah hewan kurban mencapai 180 ekor sapi dan 52 ekor kambing yang tersebar di sejumlah daerah seperti Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram.
Dalam proses distribusi, panitia membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar melalui sistem kupon. Sebanyak 329 kupon dibagikan kepada warga di lingkungan sekitar dan kampung tetangga, termasuk masyarakat kurang mampu.
Selain itu, panitia juga menyalurkan daging kurban kepada sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat setempat.
“Untuk masyarakat ada 329 kupon yang dibagikan. Kemudian ada juga sekitar 39 paket tanpa kupon yang diberikan kepada tokoh dan pejabat yang kami hormati,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah penerima manfaat terjadi setiap tahun seiring bertambahnya jumlah masyarakat dan keluarga penerima di lingkungan sekitar.
“Jumlah penerima selalu bertambah dari tahun ke tahun. Begitu juga semangat warga untuk berkurban tetap tinggi meskipun harga hewan kurban meningkat,” ujarnya.
Untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam berkurban, LDII menerapkan sistem tabungan kurban yang dimulai sejak setelah Idul adha tahun sebelumnya. Dana tabungan tersebut dikelola secara kolektif oleh pengurus yang dipercaya.
“Begitu selesai Iduladha, bulan berikutnya sudah mulai menabung lagi. Jadi saat mendekati hari kurban, peserta tinggal menambah jika masih kurang. Cara ini membuat masyarakat merasa lebih ringan,” jelasnya.
Pihak LDII berharap jumlah hewan kurban dan partisipasi masyarakat dapat terus meningkat pada tahun mendatang.

