Nilai Kerap Rugikan UMKM Lokal, Mahasiswa dan Pemuda Desa Taloko Tolak Rencana Pembangunan Alfamart
Bima, NARASIMEDIA.NET – Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Taloko menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan dan operasional gerai Alfamart di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Sikap tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang berisi alasan penolakan dan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.
Dalam pernyataan itu, kelompok mahasiswa dan pemuda menilai kehadiran Alfamart berpotensi merugikan pelaku usaha lokal serta tidak sejalan dengan prinsip keadilan ekonomi di tingkat desa. Mereka juga menyoroti dampak terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Baca Juga : Modus Ngaku Kenal Kapolda, Warga Mataram Tipu Orang Tua Polisi dengan Janji Mutasi, 70 Juta Raib
Sejumlah tuntutan diajukan dalam pernyataan tersebut. Pertama, mereka meminta agar pembangunan dan operasional Alfamart di Desa Taloko dihentikan. Kedua, pemerintah desa diminta tidak memberikan izin lokasi maupun rekomendasi kepada pihak perusahaan. Ketiga, pemerintah kecamatan dan kabupaten didorong untuk meninjau kembali serta menolak izin usaha yang berkaitan dengan rencana tersebut.
Selain itu, DPRD Kabupaten Bima diminta berpihak kepada masyarakat kecil dan pelaku usaha lokal dengan mendukung penolakan tersebut. Mereka juga menekankan pentingnya perlindungan dan pemberdayaan UMKM sebagai pilar ekonomi masyarakat desa agar tetap tumbuh dan berkelanjutan.
Dalam tuntutan lainnya, pihak mahasiswa dan pemuda mendesak Alfamart untuk menghentikan rencana investasi di Desa Taloko. Mereka juga mengajak masyarakat untuk bersatu menjaga kedaulatan ekonomi lokal dan menolak investasi yang dinilai berpotensi merugikan warga.
Baca Juga : Kasus pelaporan Aktivis Berlanjut, Gubernur NTB Bertahan Tak Cabut Laporan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Alfamart maupun pemerintah daerah terkait sikap penolakan tersebut.

