Sejumlah kelompok Aktivis NTB Uji Transparansi Telkomsel Soal Kuota Hangus
Mataram, NARASIMEDIA.NET – organisasi Kepemudaan (OKP) Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam Barisan Oposisi Muda (BOM), Barisan Intelektual Muda (BIM), dan Koalisi Nasional Pemuda Indonesia (KOSNAPI) NTB menggelar audiensi dengan PT Telkom Witel Nusra, Jumat (24/4/2026). Audiensi tersebut membahas kebijakan penghapusan sisa kuota internet pelanggan yang dinilai merugikan konsumen.
Perwakilan KOSNAPI NTB, Bintang, menyatakan pihaknya hadir untuk menyuarakan keluhan pengguna terkait masa aktif kuota. “Kami hadir atas nama konsumen dan mewakili masyarakat NTB. Ada perbedaan antara kuota yang dibeli dengan masa penggunaan yang dirasakan,” ujarnya dalam audiensi.
Ia juga menyoroti potensi kerugian jika sisa kuota hangus terjadi secara luas. “Jika diasumsikan ada kuota yang tidak terpakai per pengguna, maka secara agregat nilainya cukup besar. Pertanyaannya, bagaimana mekanisme pengelolaannya?” kata Bintang.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Telkom Witel Nusra, Syarif, menyebut kebijakan tersebut berasal dari manajemen pusat. “Itu kebijakan pusat, kami di daerah hanya menjalankan sistem,” ujarnya singkat.
Pernyataan itu mendapat respons dari peserta audiensi. Perwakilan aliansi, Hunter Justitia, menilai penjelasan tersebut belum menjawab tuntutan transparansi. “Kami berada di NTB dan berbicara tentang konsumen di daerah ini. Penjelasan seperti ini belum memberikan kepastian bagi pengguna,” ujarnya.
Dalam forum yang sama, perwakilan BIM NTB, Yogis, meminta adanya keterbukaan data penggunaan kuota. “Kami membutuhkan kejelasan mengenai kesesuaian antara pemakaian dan pencatatan sistem. Saya bersedia data saya diuji untuk memastikan hal itu,” katanya.
Aliansi menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada penjelasan lebih lanjut dari pihak perusahaan, termasuk kemungkinan aksi lanjutan. “Kami akan tetap mengawal sampai ada transparansi,” ujar Ketua BOM NTB, Sofian.

