NTBTERKINI

Refleksi Hari Kartini, Dinas Dikbud Sumbawa Barat Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan Perempuan

Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET — Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat komitmen terhadap pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan bagi perempuan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa Barat, Agus S., Pd., M.M., menegaskan bahwa sektor pendidikan memiliki peran fundamental dalam memastikan cita-cita kesetaraan yang diperjuangkan Kartini dapat terwujud secara nyata.

Dalam pernyataannya, Agus menekankan bahwa transformasi pendidikan yang inklusif menjadi prasyarat utama bagi lahirnya generasi perempuan yang berdaya saing dan mandiri. Ia menyebut bahwa pemerintah daerah terus mendorong kebijakan yang tidak hanya membuka akses pendidikan seluas-luasnya, tetapi juga menjamin kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk memutus rantai ketimpangan. Perempuan yang terdidik akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan keluarga, masyarakat, dan daerah,” ujarnya.

Agus juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai kesetaraan gender dalam kurikulum dan praktik pendidikan. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai arena pembentukan kesadaran kritis tentang keadilan sosial, termasuk relasi yang setara antara laki-laki dan perempuan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa Barat terus mengembangkan berbagai program yang mendukung partisipasi aktif perempuan, baik di tingkat pendidikan dasar maupun menengah. Program tersebut mencakup penguatan literasi, peningkatan kapasitas guru, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Dalam konteks lokal, Agus melihat adanya kemajuan signifikan dalam partisipasi pendidikan perempuan di Sumbawa Barat. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan struktural seperti disparitas wilayah dan faktor sosial-budaya masih memerlukan perhatian serius dan pendekatan kebijakan yang berkelanjutan.

“Hari Kartini harus menjadi refleksi kolektif bahwa perjuangan belum selesai. Kita perlu memastikan setiap anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar, dan berkontribusi,” tegasnya.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *