Hari Kartini sebagai Momentum Korektif: Legislator Mohammad Hatta Tekankan Urgensi Kebijakan Berbasis Kesetaraan Gender di Sumbawa Barat
Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET – Peringatan Hari Kartini kembali menjadi momentum reflektif bagi penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Ketua Komisi I DPRD Sumbawa Barat, Mohammad Hatta, menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan, tidak hanya dalam aspek simbolik, tetapi juga pada level struktural dan implementatif.
Dalam pernyataan resminya yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Hatta menyoroti bahwa perempuan saat ini tidak lagi berada pada posisi marginal dalam ruang sosial, politik, maupun ekonomi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan substantif masih mengemuka, terutama terkait kesenjangan akses terhadap pendidikan, perlindungan hukum, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan publik.
“Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah pengingat bahwa perjuangan kesetaraan belum sepenuhnya selesai. Negara dan pemerintah daerah harus hadir memastikan perempuan memiliki ruang yang adil untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa semangat Kartini harus diterjemahkan dalam kebijakan konkret, seperti peningkatan kualitas pendidikan perempuan, penguatan kapasitas ekonomi berbasis keluarga, serta perlindungan terhadap perempuan dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Dalam konteks lokal, Hatta menilai Sumbawa Barat memiliki potensi besar dalam mendorong kepemimpinan perempuan, terutama di sektor pendidikan, UMKM, dan pemerintahan desa. Namun, ia menggarisbawahi perlunya sinergi lintas sektor agar potensi tersebut tidak terhambat oleh struktur sosial yang masih bias gender.
Lebih jauh, ia mendorong agar peringatan Hari Kartini juga menjadi ruang edukasi publik yang lebih luas, khususnya bagi generasi muda, untuk memahami pentingnya kesetaraan gender sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan.
“Perempuan hari ini adalah aktor utama perubahan. Tugas kita adalah memastikan mereka tidak hanya diberi panggung, tetapi juga diberi kekuatan untuk menentukan arah,” tambahnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan tidak berhenti pada simbolisasi penghormatan terhadap tokoh emansipasi perempuan, melainkan menjadi titik akselerasi dalam memperkuat kebijakan yang inklusif dan berkeadilan gender di tingkat daerah maupun nasional.

