HEADLINENTBTERKINI

Nadira Bantah Klaim Bukti Chat Kuasa Hukum Marga Harun

Mataram, NARASIMEDIA.NET

Nadira Ramayanti membantah klaim kuasa hukum anggota DPRD NTB, Marga Harun, terkait adanya bukti percakapan WhatsApp yang disebut menjadi dasar tuduhan terhadap dirinya.

Nadira menegaskan hingga saat ini dirinya tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang dimaksud oleh pihak kuasa hukum Marga Harun.

“Menanggapi pemberitaan yang kembali beredar mengenai dugaan adanya bukti percakapan yang disebut-sebut sebagai dasar tuduhan terhadap diri saya, saya menegaskan bahwa hingga saat ini saya tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang dimaksud,” kata Nadira dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengatakan belum dapat memastikan keaslian percakapan yang beredar di publik karena tidak pernah melihat bukti tersebut secara utuh.

Menurutnya, tanpa melihat langsung bukti yang dimaksud, sulit memastikan apakah percakapan tersebut benar berasal dari perangkat atau akun WhatsApp miliknya.

“Sampai saat ini saya tidak dapat memastikan bahwa percakapan yang beredar tersebut benar berasal dari perangkat atau akun WhatsApp milik saya, karena saya sendiri tidak pernah melihat bukti tersebut secara utuh,” ujarnya.

Nadira juga mempertanyakan klaim adanya “bukti utuh” yang disampaikan dalam sejumlah pemberitaan media. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai bukti tersebut.

Karena itu, ia menilai tidak tepat jika klaim tersebut disampaikan di ruang publik tanpa pernah dikonfirmasi langsung kepada dirinya.

“Saya juga tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai ‘bukti utuh’ sebagaimana yang disampaikan di media, sehingga tidak tepat apabila berbagai klaim tersebut dibangun di ruang publik tanpa pernah dikonfirmasi kepada saya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nadira menegaskan komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan oleh sejumlah pihak.

Ia berharap semua pihak menahan diri agar tidak membangun opini yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih saat ini saya juga sedang menyelesaikan persoalan rumah tangga saya melalui jalur hukum,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *