Koalisi Rakyat Bantu Rakyat NTB Salurkan Bantuan Langsung ke Aceh Tamiang
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Koalisi Rakyat Bantu Rakyat NTB menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat Aceh dan Sumatera dalam beberapa pekan terakhir.
Koalisi Rakyat Bantu Rakyat NTB merupakan gabungan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas, organisasi kampus, organisasi sekolah, yayasan, hingga himpunan yang tersebar di Pulau Lombok. Gerakan ini lahir dari rasa prihatin atas dampak bencana serta dorongan solidaritas antarwarga, di tengah belum ditetapkannya wilayah terdampak sebagai bencana nasional.

Koordinator Umum Koalisi Rakyat Bantu Rakyat, Jauhari Tantowi, menegaskan bahwa gerakan ini muncul sebagai respons atas kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Tentu kita tidak bisa tinggal diam dan berpangku tangan terhadap situasi yang terjadi. Kami merasa harus bergerak untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami di Aceh dan Sumatera,” ujar Jauhari.
Hingga tahap pertama penggalangan dana, tercatat lebih dari 25 lembaga bergabung dalam koalisi ini. Dari hasil donasi masyarakat, terkumpul lebih dari 200 karung dan dus bantuan berisi pakaian layak pakai, makanan, serta kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, dana tunai sebesar lebih dari Rp28 juta juga berhasil dihimpun dan telah disalurkan langsung ke Aceh Tamiang.
“Bantuan barang telah kami kirimkan melalui jasa ekspedisi dan Lanud ZAM menuju Aceh dan Sumatera. Fokus penyaluran kami saat ini berada di Aceh Tamiang, sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” jelas Jauhari. Ia menambahkan, sejak 18 Desember lalu, tim relawan telah memasuki hari kelima penyaluran di lapangan.
Selama proses distribusi, koalisi telah menyalurkan sedikitnya 500 paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan disebar mulai dari kawasan perkotaan hingga desa-desa yang sempat terisolasi akibat banjir bandang.
Gerakan ini, menurut Jauhari, menjadi bukti bahwa solidaritas rakyat mampu menjadi kekuatan nyata di tengah keterbatasan penanganan bencana. “Ketika penanganan negara dirasakan belum maksimal dan situasi sudah memasuki minggu keempat, rakyat memilih untuk saling membantu dan menyembuhkan luka bersama,” pungkasnya. (*)

