Warga Desa Bagu Demo Akbar, Protes Relokasi Anggaran Jalan dan Sengketa Lahan Kantor Desa
Lombok Tengah, NARASIMEDIA.NET — Puluhan warga Desa Bagu turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Desa Bagu, Kamis (4/12/2025). Aksi yang dikoordinatori Aliansi Masyarakat Bagu Menggugat ini berlangsung tegang namun tertib. Warga menuntut Kepala Desa Bagu agar segera menuntaskan berbagai persoalan krusial yang dianggap mangkrak dan meresahkan masyarakat.
Koordinator Umum aksi, Hery Nurdiansyah, dalam orasinya menegaskan bahwa persoalan utama yang memicu kemarahan warga adalah polemik tanah pembangunan kantor desa yang tidak kunjung diselesaikan. Menurutnya, hingga saat ini lahan tersebut masih dalam status bersertifikat milik warga dan belum ada penyelesaian hukum maupun musyawarah yang final.
“Kepala desa berjanji akan menyelesaikan masalah tanah itu sejak 21 November lalu, tapi sampai hari ini tidak ada progres sedikit pun. Justru pembangunan terus dilanjutkan seolah-olah tidak ada persoalan. Ini yang membuat warga marah,” ujar Hery saat berorasi.
Ia menambahkan, kerumitan masalah semakin bertambah ketika anggaran pembangunan desa yang sebelumnya diwacanakan untuk pengaspalan jalan justru dialihkan untuk renovasi kantor desa. Padahal, warga sudah lama menunggu perbaikan akses jalan dari Medas menuju Bangket Desa yang kondisinya rusak dan menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat.
“Anggaran untuk jalan malah dialihkan ke kantor desa. Sementara jalan itu sangat dibutuhkan warga. Ini keputusan yang tidak berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain masalah infrastruktur, warga juga menyuarakan keresahan terkait keamanan desa yang menurun drastis. Dalam dua bulan terakhir, kasus pencurian meningkat dan membuat warga merasa tidak aman. Hery menyebut pemerintah desa seharusnya hadir dan mengambil langkah konkret untuk menangani kondisi tersebut.
Tidak hanya itu, dugaan rangkap jabatan yang melibatkan perangkat desa turut menjadi bahan sorotan massa aksi. Warga menilai fenomena itu mengganggu profesionalitas kerja dan menimbulkan ketimpangan dalam pelayanan desa.
Aksi ini dimulai dari Perbatasan Peneguk, berlanjut ke Pertileuan Masjid Dusun Deda, dan berakhir di halaman Kantor Desa Bagu. Warga membawa spanduk protes dan menyampaikan tuntutan secara bergantian dalam orasi terbuka.
“Kami tidak ingin konflik, tapi kami ingin keadilan. Kepala desa harus menjawab semua persoalan ini secara terbuka. Jangan hanya janji, tapi tidak pernah ada realisasi,” tutup Hery.
Aksi demonstrasi yang berlangsung lebih dari satu jam itu mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan Babinsa untuk memastikan situasi tetap kondusif. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Bagu belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga. (*)

