HEADLINETERKINI

Proyek Taman Rp186 Juta Dinilai Tanpa Hasil, Aktivis GEMPAR Giring CV Izar Firdaus Ke Polda dan Kejati NTB

Manggelewa, NARASIMEDIA.NET – Proyek penataan taman di rumah dinas RSUD Manggelewa kembali menuai sorotan tajam. Aktivis Gerakan Mahasiswa Peduli Aspirasi Rakyat (GEMPAR) menilai pekerjaan yang menelan anggaran Rp186 juta dari APBD 2025 itu tidak menunjukkan hasil yang sepadan. Ironisnya, hingga awal November, taman tersebut masih tampak kosong tanpa sehelai pun tanaman tertanam.

Koordinator GEMPAR, Bung Jhovin, menyebut kondisi itu sebagai bentuk pemborosan yang tidak bisa ditoleransi. Padahal pada papan informasi proyek, pekerjaan tercatat telah selesai pada 3 November.
“Nilai proyeknya jelas bukan angka kecil. Tapi faktanya, yang terlihat hanya lahan kosong. Tidak ada tanaman, tidak ada elemen taman, tidak ada hasil yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Minggu (23/11).

Proyek ini dikerjakan oleh CV Izar Firdaus, yang menurut Jhovin patut dimintai pertanggungjawaban atas hasil yang dinilai nihil. Ia mendesak Inspektorat Kabupaten Dompu segera turun tangan melakukan audit menyeluruh.
“Kalau pekerjaan benar, hasilnya pasti terlihat. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ini bukan sekadar kelalaian ini indikasi kuat adanya penyimpangan yang harus ditelusuri,” tegasnya.

GEMPAR menilai proyek yang seharusnya memberikan ruang hijau dan kenyamanan bagi penghuni rumah dinas justru menampakkan kondisi yang kontras, hal ini menimbulkan tanda tanya terkait efektivitas penggunaan anggaran.
“Proyek seperti ini bukan ajang ‘menghabiskan dana’, tapi untuk menciptakan ruang hijau yang fungsional dan estetis. Kenyataan di lapangan jelas jauh dari itu,” tambah Jhovin.

Jhovin menegaskan bahwa GEMPAR akan melayangkan laporan resmi terhadap CV Izar Firdaus ke Polda NTB dan Kejati NTB pada minggu depan, sebagai langkah lanjutan atas dugaan penyelewengan anggaran. Sebelum itu, GEMPAR akan mengawali upaya tersebut dengan mengajukan surat aksi kepada Polda dengan aksi yang terpusat di kejati dan Polda NTB untuk memastikan agenda penindakan berjalan transparan dan terukur.
“Kami tidak main-main. Surat aksi akan kami masukkan, dan minggu depan laporan resmi kami daftarkan. Ini soal keberanian menjaga uang rakyat,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Manggelewa maupun CV Izar Firdaus belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik ini. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *