HEADLINETERKINI

Miris, Taman Rumah Dinas RSUD Manggelewa Habiskan Anggaran Rp186 Juta, Tak Ada Sehelai Bunga Pun yang Ditanam

Manggelewa, NARASIMEDIA.NET  – Pengerjaan taman di rumah dinas RSUD Manggelewa mendapat kecaman dari aktivis Gerakan Mahasiswa Peduli Aspirasi Rakyat  (GEMPAR). Mereka menilai hasil pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran proyek sebesar Rp186 juta yang bersumber dari APBD 2025.

Koordinator GEMPAR, Bung Jhovin, mengatakan kondisi taman hingga awal November masih kosong tanpa tanaman atau elemen taman yang layak. Padahal, mengacu pada papan informasi proyek menunjukkan pengerjaan telah rampung pada 3 November.
“Dengan nilai proyek sebesar itu, seharusnya hasilnya bisa dilihat secara nyata. Tetapi yang tampak hanya lahan kosong tanpa satu pun tanaman,” ujarnya, Rabu (12/11).

Baca Juga : AMMN Stagnan di Rp7.025, Kapitalisasi Jumbo Belum Jadi Penopang

Proyek penataan taman tersebut dikerjakan oleh CV Izar Firdaus. Jhovin mendesak Inspektorat Kabupaten Dompu memeriksa penggunaan anggaran agar tidak terjadi pemborosan dana publik. Ia menilai kualitas pekerjaan tidak mencerminkan nilai kontrak yang tertera.
“Kalau pekerjaan dilakukan dengan benar, hasilnya tentu terlihat. Tapi kenyataannya tidak demikian. Ini harus ditelusuri,” tegasnya.

Menurutnya, proyek taman seharusnya memberikan manfaat bagi penghuni rumah dinas dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan ketidaksesuaian antara rencana dan hasil.
“Tujuan proyek semacam ini bukan hanya untuk menghabiskan anggaran, tapi menciptakan ruang hijau yang fungsional dan estetis,” tambahnya.

Baca Juga : Mutiara Ilegal Sekaroh: Bisnis Ratusan Miliar Terbang Ke Australia, Perda Tak Bergeming

Warga sekitar juga berharap agar pemerintah daerah turun tangan mengevaluasi hasil pekerjaan tersebut. Mereka menilai proyek publik semestinya dikerjakan dengan perencanaan dan pengawasan yang serius.

Hingga berita ini ditulis, pihak RSUD Manggelewa belum memberikan penjelasan resmi terkait kondisi taman dan pernyataan dari aktivis GEMPAR. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *