HEADLINETERKINI

RSUD Provinsi NTB Rayakan HUT ke-56, Deret Prestasi dan Apresiasi dari NTB Care

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat memperingati hari ulang tahun ke-56 pada 5 November 2025. Di bawah kepemimpinan Direktur dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., M.H., rumah sakit ini menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat inovasi.

Selama kepemimpinannya, RSUP NTB mencatat sejumlah pencapaian. Pada September 2025, rumah sakit ini meraih peringkat kedua kategori Healthcare Innovation Teknologi Informasi berkat aplikasi “Aksi Cepat”. Sistem aktivasi Code Blue berbasis digital tersebut mampu mempercepat respons penanganan kegawatdaruratan dari belasan menit menjadi sekitar 4 detik.

Baca Juga : Dana Transfer Pusat Turun 1 T, Legislator DPRD NTB Aminurlah Pastikan Pemangkasan Belanja Tak Ganggu Warga Rentan

Selain itu, RSUP NTB meraih peringkat pertama keterbukaan informasi publik. Penghargaan tersebut menjadi penanda peningkatan transparansi layanan kepada masyarakat.

Direktur RSUP NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra, mengatakan keterbukaan informasi harus berdampak langsung pada akses publik.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan paripurna tanpa diskriminasi. Rumah sakit tidak boleh mempersulit pasien dengan alasan administrasi atau ketidakmampuan membayar. Keterbukaan informasi publik bukan hanya link service aja, tetapi bagaimana outputnya menyentuh ke masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/9).

Sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (MAKERS) Provinsi NTB periode 2022–2025, dr. Herman menyebut inovasi menjadi kunci peningkatan kualitas layanan. Rumah sakit membuka ruang bagi seluruh tenaga kesehatan dan karyawan untuk mengusulkan perbaikan berbasis kebutuhan pelayanan.

“Kami memiliki sekitar 2.500 karyawan, dan setiap individu punya potensi berkontribusi. Semua usulan kami tampung dan diskusikan bersama,” katanya, Selasa (27/8/2024).

RSUP NTB juga menegaskan tidak mentolerir adanya praktik percaloan kamar rawat yang merugikan pasien. Menurut dr. Herman, penguatan sistem antrean dan efisiensi administrasi menjadi fokus pembenahan agar layanan semakin mudah diakses.

Melihat perkembangan sektor pariwisata, RSUP NTB tengah mengembangkan layanan wisata kesehatan atau hospital tourism. Inisiatif tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas fasilitas sekaligus memperluas manfaat layanan bagi masyarakat.

“NTB merupakan salah satu destinasi wisata populer. Kami ingin menjadikan RSUP NTB sebagai salah satu tujuan wisata kesehatan,” ucapnya.

Apresiasi terhadap kualitas layanan juga disampaikan aktivis sosial dari NTB Care, Yuni Bourhany. Ia menyebut RSUP NTB konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu yang ia dampingi.

“Di bawah kepemimpinan dr. Jack, harapan besar RSUP menjadi salah satu pusat layanan publik yang memberikan layanan terbaik dengan ketulusan bagi warga NTB. RSUP bukan hanya tempat merawat rasa sakit, tapi ada harapan tentang keberlangsungan kehidupan dan hak dasar publik bisa diakses dengan kualitas terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, karakter kepemimpinan yang komunikatif membuat layanan rumah sakit semakin mudah dijangkau masyarakat.

Baca Juga : Golden Hour dengan Sandhy Sondoro di Sudamala Resort Senggigi

“dr. Jack sosok yang humble dan komunikatif, tentu ini faktor layanan-layanan di RSUP sangat mudah diakses bagi siapapun dan kapan pun,” tegasnya.

Dengan capaian dan agenda pengembangan yang terus berjalan, RSUP NTB menargetkan posisi sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Nusa Tenggara dan meningkatkan standar layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *