May Day
Narasimedia.net || May Day, juga dikenal sebagai Hari Buruh, berakar pada perjuangan para pekerja untuk mendapatkan kondisi dan hak kerja yang lebih baik. Pada tanggal 1 Mei 1886, lebih dari 200.000 pekerja di Amerika Serikat melakukan pemogokan untuk menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan upah yang lebih tinggi. Peristiwa ini berujung pada ditetapkannya May Day sebagai hari untuk memperingati perjuangan buruh dan menuntut hak-haknya.
Baca Juga : Artikel terkait
Di Indonesia, May Day awalnya diperingati sebagai hari solidaritas buruh internasional, namun setelah peristiwa G30S/PKI tahun 1965, pemerintah era Orde Baru melarang aktivitas buruh yang dianggap mengancam keamanan nasional, dan malah dijadikan Hari Buruh. diperingati pada tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional. Namun, perayaan May Day di Indonesia terus diwarnai dengan demonstrasi dan protes buruh, dengan isu-isu seperti hak-hak buruh dan penolakan praktik outsourcing yang menjadi sorotan.

Polri menyiapkan ribuan personel di berbagai daerah untuk mengamankan aksi buruh memperingati May Day pada 1 Mei 2024. Acara tersebut dipandang sebagai agenda penting demi keselamatan dan ketertiban masyarakat, dimana polisi memberikan pengamanan terhadap aktivitas buruh, termasuk acara kesejahteraan sosial dan demonstrasi.
Singkatnya, May Day atau Hari Buruh memiliki sejarah panjang sebagai hari memperingati perjuangan buruh dan menuntut hak-haknya. Di Indonesia, walaupun perayaan May Day telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu, May Day tetap menjadi acara penting bagi gerakan buruh dan hari untuk mengakui kontribusi pekerja terhadap perekonomian dan masyarakat.

