RSUD KLU Klarifikasi Soal Kasus Bayi Meninggal: Pasien Telah Kami Tangani Sesuai Prosedur
Lombok Utara, NARASIMEDIA.NET – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai meninggalnya seorang bayi dari warga Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, yang disebut tidak mendapat penanganan serius saat ibunya menjalani pemeriksaan di rumah sakit tersebut.
Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku. Ia menyampaikan, pasien atas nama Winda Astusi telah mendapat perawatan sejak pertama kali datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Pasien kami tangani sesuai standar pelayanan. Saat datang pertama kali ke IGD, tim medis langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan tindakan yang diperlukan. Begitu juga ketika pasien datang kembali, kami tetap melakukan penanganan medis,” ujar Nova kepada media ini, Sabtu (11/10).
Baca Juga : AP3 NTB Desak Bea Cukai Mataram Buka Data Soal Rokok Ilegal Sitaan yang Diduga Dijual Lagi
Nova menjelaskan, kondisi bayi yang dilahirkan di rumah memiliki berat badan sekitar 700 gram, sehingga berisiko tinggi untuk bertahan hidup meski sudah mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit.
“Kondisi bayinya memang sangat kecil, sekitar 700 gram. Secara medis, itu termasuk kategori bayi dengan risiko tinggi. Kami sudah berupaya maksimal memberikan perawatan setelah bayi dibawa kembali ke rumah sakit,” jelasnya.
Terkait dugaan pasien diminta pulang oleh petugas, Nova menyebut pihaknya masih menelusuri keterangan lengkap dari tim medis yang bertugas saat itu. Ia menegaskan, RSUD KLU akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan sesuai standar operasional dan etika profesi.
“Kami memahami kekhawatiran keluarga pasien, dan kami turut berduka atas musibah ini. Namun kami pastikan, setiap pasien yang datang ke RSUD KLU akan mendapat pelayanan sesuai prosedur medis yang berlaku,” ujarnya.
Nova menambahkan, pihak rumah sakit saat ini tengah mengumpulkan data dan laporan dari seluruh tenaga medis yang menangani pasien tersebut untuk bahan klarifikasi resmi ke publik.
Baca Juga : Distribusi Batu Bara PLTU Cemari Pemukiman, Debu Hitam Penuhi Rumah Masyarakat Sambalia Lombok Timur
“Kami berkomitmen menjaga transparansi dan akan menyampaikan keterangan lengkap setelah proses pemeriksaan internal selesai,” tutupnya.
Sebelumnya, seorang ibu hamil asal Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Winda Astusi, mengalami sakit perut hebat dan sempat memeriksakan diri ke Puskesmas Pemenang sebelum dirujuk ke RSUD Lombok Utara pada Kamis (9/10). Setelah menjalani pemeriksaan di IGD, pasien disebut diminta pulang karena hasil diagnosis menunjukkan infeksi saluran kemih. Namun setibanya di rumah, Winda mengalami kontraksi hebat hingga melahirkan bayinya secara prematur dalam kondisi lemah. Bayi kemudian dibawa kembali ke RSUD KLU untuk mendapat perawatan intensif, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Redaksi NARASIMEDIA.NET

