Di Tengah Gugatan Nasional Terhadap DPR, Wakil DPRD Sumbawa Barat Malah Live Music
Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET – Saat gelombang demonstrasi mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil masih berkecamuk di depan gedung DPR RI menuntut keadilan dan menyoroti privilese politikus, Wakil DPRD Sumbawa Barat justru menggelar konser musik.
Aktivis perempuan NTB, Yuni Bourhany, menilai konser tersebut menunjukkan jarak antara wakil rakyat dan persoalan yang dihadapi warga sehari-hari. Ia menyinggung paradoks besar di daerah yang menjadi rumah bagi tambang emas terbesar kedua setelah Freeport, namun masyarakatnya masih berkutat dengan pengangguran dan kemiskinan.

Baca Juga : Driver Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob Saat Demo di DPR, Kapolri Minta Maaf
“Rakyat hari ini sedang tidak baik-baik saja. Di Jakarta ribuan orang turun ke jalan karena muak dengan kinerja DPR, di sini DPRD malah sibuk live music. Emang dengan konser seperti itu, masalah pengangguran di Sumbawa bisa selesai?” ujar Yuni, Jumat (29/8).
Ia mendesak agar DPRD dan Dinas Tenaga Kerja berhenti mengalihkan perhatian publik dengan hiburan yang tidak substantif semacam ini. Menurutnya, fungsi dewan seharusnya menyibukan pikirannya untuk memperjuangkan kualitas hidup masyarakat, memberi solusi terhadap kesenjangan, dimana kondisi aktual disumbawa barat, masyarakat lokanya tersisih dari mega industri ekstraktif yang ada ditanahnya.
“Kami tidak butuh siaran langsung atau konser. Yang dibutuhkan rakyat adalah solusi konkret: bagaimana masyarakat bisa dapat pekerjaan yang layak, bagaimana SDM lokal bisa diberdayakan di tengah pesatnya industri tambang di sini,” tegasnya.
Baca Juga : RSUD Provinsi NTB Tuai kecaman Usai Pasien BPJS Diminta Rp8 Juta untuk Biaya Operasi
Yuni juga menyebut, di tengah maraknya investasi besar, ironisnya banyak tenaga lokal justru kesulitan mendapatkan ruang kerja. “Seharusnya kita malu. Ada industri raksasa di Sumbawa Barat, tapi orang lokal tersingkirkan. Itu yang harusnya jadi prioritas DPR, bukan hal-hal yang tidak berfaedah seperti konser musik,” pungkasnya. (*)

