Ditengah Evisiensi, Aktivis Perempuan Kritisi Rakor Pemprov NTB di Vila Mewah Sembalun
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Aktivis perempuan NTB, Yuni Bourhany, kritisi rapat koordinasi kepala daerah se-NTB yang digelar di Vila Ara, Sembalun, Lombok Timur, pada 24–25 Agustus 2025. Ia menilai budaya seremonial seperti itu merupakan penyakit birokrasi karena kerap tidak menghasilkan output jelas dan justru dimanfaatkan sebagai ajang liburan.
Yuni mempertanyakan alasan penggunaan vila mewah, sementara pemerintah memiliki banyak aula yang bisa dipakai di tengah tuntutan efisiensi anggaran.

“Saat rakyat sedang kelaparan, pejabat malah sibuk liburan dan rapat di Sembalun. Lalu di mana letak efisiensinya? Rakyat dicekik dengan harga kebutuhan yang terus naik, tapi keringat mereka justru dipakai untuk acara seremonial,” kata Yuni kepada media ini, senin (25/8/2025).
Ia menilai, penggunaan anggaran untuk kegiatan semacam itu hanya menguras APBD tanpa memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Bukannya fokus membantu kesejahteraan, pemerintah malah menghamburkan anggaran untuk kegiatan seremonial. Kalau hanya menghabiskan anggaran, anak SD pun bisa jadi pemimpin. Gubernur ini lebih mirip kepala dusun daripada pemimpin provinsi,” tegasnya.
Dalam undangan, Rakor tersebut digelar dengan alasan penguatan koordinasi program prioritas antar kepala daerah. Undangan resmi kegiatan ditandatangani Penjabat Sekda (PJ) Provinsi NTB, Lalu Moh Faozal. (*)

