Makna Kemerdekaan dalam Islam, Tausiyah Tuan Guru Taisir
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Setiap 17 Agustus bangsa ini diajak kembali mengingat momen bersejarah delapan puluh tahun lalu, ketika proklamasi membebaskan Indonesia dari belenggu penjajah. Namun, kemerdekaan tidak berhenti pada pengusiran penjajah. Dalam ceramahnya di Masjid Islamic Center Hubbul Wathan, 13 Agustus lalu, Tuan Guru Taisir memyampaikan makna kemerdekaan dalam Islam.
Tuan Guru Taisir menjelaskan bahwa dalam bahasa Arab, kemerdekaan dikenal dengan istilah istiqlal, yang berarti kebebasan atau pembebasan dari belenggu bangsa asing. Menurut para ulama, kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai terbebasnya suatu bangsa dari penjajahan, tetapi juga sebagai kemampuan individu untuk hidup tanpa penindasan maupun paksaan pihak luar.
Baca Juga : Polemik Tabole Bale di Istana: Dinilai Mengurangi Kesakralan Upacara HUT RI ke-80
“Dalam Islam, kemerdekaan disebut dengan al-hurriyyah, yakni kebebasan, sedangkan tahrir berarti pembebasan. Lawan dari kata al-hur atau orang merdeka adalah al-abdu, yaitu budak atau seseorang yang hidup di bawah kekuasaan orang lain,” ujar Tuan Guru Taisir.
Ia juga menyinggung relevansi makna kemerdekaan dengan kondisi Palestina. Menurutnya, istilah tahrir kerap digunakan dalam perjuangan membebaskan Palestina dari penjajahan Israel, yang menunjukkan bahwa kemerdekaan dalam Islam bukan hanya soal politik, tetapi juga hakikat kebebasan manusia dari segala bentuk penindasan.
Lebih jauh, ia mengingatkan jamaah bahwa memperingati kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan cinta tanah air sebagai bagian dari iman. “Kemerdekaan harus dimaknai sebagai nikmat Allah yang patut disyukuri, dijaga, dan diisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa serta umat,” katanya.
Baca Juga : Wajah Indonesia Di Usia Yang Ke-80
Tausiyah ini ditutup dengan ajakan untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai sarana memperkuat persatuan umat dan menghindari segala bentuk perpecahan. Bagi Tuan Guru Taisir, merdeka dalam Islam berarti terbebas dari segala bentuk penjajahan, baik fisik, mental, maupun spiritual. (Red)

