Dinamika Melemahnya Rupiah di Beberapa Tahun Terakhir
Narasimedia.net || Melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika menjadi fenomena moneter domestic yang kerap terjadi, apabila menelisik fenomena yang terjadi di satu tahun terakhir, banyak triger dari berbagai sector yang mengakibatkan eksternalitas negatif pada nilai tukar rupiah yang kian melemah, berita terupdate dari laman Bisnis.com, rupiah dilaporkan berada di angka 16 ribu per 1 dolarnya.
Data Google Finance menunjukkan, pergerakan rupiah secara internasional menurun disebabkan perdagangan domestic mengalami pelemahan pada momen Lebaran yang sedang libur.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, “Kemungkinan besar nanti dibuka bisa langsung ke Rp16.000 karena fluktuasi di libur panjang ini cukup tinggi,” mengutip dari Bisnis.com Kamis/ (18/04/2024).
Baca Juga : Habiskan Dana Miliaran hanya untuk Mengiklankan Sirup, Ini Perusahaan dibalik Marjan
Menarik sedikit kebelakang, selain perdagangan menurun saat hari besar keagamaan nasional (HBKN), tercatat terdapat beberapa guncangan besar yang terjadi pada deret periode kebelakang yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, sebut saja :
Perang Rusia-Ukraina
Perang Rusia-Ukraina mendampaki banyak sector yang mempengaruhii nilai tukar, mengutip dari sejumlah lini masa, rekaman resiko ekonomi global secara luas diakibatkan terhambatnya perdagangan Internasional. selai itu, harga komoditas produksi, seperti minyak mentah dan bahan bakar berimplikasi pada inflasi yang meningkat, sanksi Eropa akan pelarangan Ekspor Rusia menghambat kegiatan produksi, akibatnya, Pada Januari-April 2022, transaksi ekspor Indonesia mencatatkan defisit US$ 217,2 juta dengan Rusia. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, Indonesia masih mencatatkan surplus US$ 48,3 juta transaksi.
Hal lain juga yang didampaki Perang Rusia-Ukraina adalah produksi pangan, mengutip dai CNBC Indonesia, Pupuk Indonesia berasal dari Belarusia dan Rusia, walaupun pupuk tidak masuk dalam Komoditas yang diberi sanksi, namun jalur ekspor Rusia yang diblokade mengakibatkan negara yang bergantung pada pupuk mengalami hambatan produksi pangan, termasuk Indonesia.
Selain itu, Perang Rusia-Ukraina memerlukan biaya yang besar untuk menangani konflik, yang meningkatkan tingkat utang publik di negara-negara berkembang dan melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Perang Israel palestina
Meski terakhir kali media masa merekam fenomena anjloknya rupiah akibat perang Israel-Palestina di tahun 2023, mengutip dari Detik.com, Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan dua faktor utama pelemahan nilai tukar Rupiah Salah satunya adalah kekhawatiran pasar akan perang Israel-Hamas yang membuat permintaan Dolar AS sebagai instrument safe haven meningkat. Hal ini lah yang membuat Dolar terus menguat dan menekan Rupiah. Di sisi lain, sikap agresif bank sentral AS pada tingkat suku bunga juga membuat Dolar menekan Rupiah.
Kontestasi politik Indonesia
Mengutip dari rekaman situasi moneter oleh Metro TV, mencatatkan sengketa politik berpotensi mengakibatkan inflasi, hal ini di akibatkan produktivitas sejumlah entitas perusahaan menurun akibat melemahnya investasi, hal demikian perlu diwaspadai lantaran ketika memasuki tahun politik biasanya investor cenderung menunggu dan melihat (wait and see) dalam berinvestasi pada momen tersebut. Produksi perusahaan yang memerukan modal tinggi mengakibatkan inflasi yang kemudian mempengaruhi nilai tukar.
// Febrian

