BUDAYA DAN PARIWISATAHEADLINENTBTERKINI

Wane, Primadona Baru dari Timur Nusantara

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat mungkin belum sepopuler Bali, Lombok, atau Labuan Bajo dalam peta pariwisata nasional. Namun siapa sangka, di balik hamparan savana dan perbukitan yang membingkai wilayah ini, tersimpan permata yang tengah disorot: Pantai Wane.

Berada di Desa Tolotongga, Dusun Wane, Kecamatan Monta, Pantai Wane perlahan namun pasti menjelma menjadi magnet baru bagi pelancong, terutama dari kalangan lokal. Bukan sekadar pantai dengan pasir putih dan laut jernih, Pantai Wane punya karakter yang tak banyak dimiliki pantai lain: garis pantai luas yang berbatas langsung dengan tebing karang alami, angin laut yang membawa aroma garam segar, serta hamparan bukit savana yang menjulang di sisi barat, seolah menjadi pagar alami dari keramaian dunia luar.

Yang membuat Pantai Wane berbeda bukan hanya keindahannya, tetapi suasana yang ia tawarkan: tenang, bersahaja, dan sepenuhnya otentik. Tak ada vila mewah, tak ada bising kendaraan. Hanya suara debur ombak yang bersahutan dengan desir angin timur, sesekali diselingi kicau burung laut dan tawa anak-anak yang bermain di tepian. Di sudut-sudut pantai, berdiri pondok-pondok kayu beratap daun kelapa tempat di mana pengunjung bisa menyandarkan lelah, menyeruput kelapa muda, dan menyaksikan matahari turun perlahan di balik lekuk bukit.

“Sangat memuaskan, pantainya bersih dan banyak spot bagus untuk foto. Rasanya tenang sekali di sini,” ujar Isa Sukmawati, salah satu pengunjung yang datang pada pertengahan Mei lalu. Ia menyebut Pantai Wane sebagai tempat yang punya daya tarik luar biasa, terutama kejernihan air lautnya yang membuat siapa pun betah berlama-lama.

Bukan hanya indah secara visual, Pantai Wane juga menjadi simbol kebangkitan pariwisata Bima. Para pengelola dan warga setempat aktif mempromosikannya lewat media sosial, terutama Facebook. Mereka berbagi foto, video, dan testimoni yang akhirnya menarik perhatian banyak orang. Tanpa dukungan promosi besar-besaran dari pemerintah, Pantai Wane tumbuh berkat semangat komunitas dan kekuatan digital.

Setiap akhir pekan, pantai ini dipenuhi wisatawan lokal yang datang bersama keluarga atau teman. Banyak yang menyebut Pantai Wane sebagai tempat “healing” terbaik di Bima karena keindahannya tak dibuat-buat, dan atmosfernya memberi ruang untuk benar-benar beristirahat.

Melihat perkembangan ini, rasanya tidak berlebihan jika Pantai Wane disebut sebagai primadona baru dari timur Nusantara, Menambah gramer para diaspora jika menerima kalimat tanya “Apa yang Menarik Di Bima?”, kata wane bisa menjadi preferensi dan representasi yang layak untuk menggambarkan juga menjawab. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *